Turap Tua Roboh di Legok Kotok - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Turap Tua Roboh di Legok Kotok

Turap Tua Roboh di Legok Kotok

Written By Mang Raka on Kamis, 22 September 2016 | 12.30.00

TEGALWARU,RAKA - Turap setinggi satu meter di Kampung Legok Kotok, Desa Mekarbuana ambruk. Kuat dugaan peristiwa itu terjadi karena bangunan kondisinya sudah tua. Akibat peristiwa itu sebagian sawah milik warga tidak terairi air karena saluran airnya tertimbun reruntuhan tembok sehingga membendung arus air.

Memang tembok penahan air yang dibangun oleh petani itu dibuat tahun 1989. Karena usianya sudah tua maka ketika hujan debit air di sungai Cikumpeni yang berada di Legok Kotok pun sekaligus menyapu tembok itu. Tidak menimbulkan masalah atau membuat kerugian besar akan tetapi, laju air pertanian dari Sungai Cikumpeni menjadi tertahan hingga luapannya menggenangi jalan.
Bahkan beberapa areal persawahan milik warga menjadi tidak teraliri. Hingga warga pun berinisiatif membersihkan sisa puing tembok yang menahan laju air. Mereka lakukan secara swadaya.
H.Jajuli (56) tokoh masyarakat setempat, membenarkan bahwa tembok turap yang roboh dudah hampir dua puluh tahun usianya. Dan karena rapuh juga debit air sungai besar maka tembok pun rusak dan tergerus oleh air,Akibat nya malah menahan laju air dan menutupi sungai Cikumpeni.Dirinya kesulitan ketika di tanya perihal kerugian karena program turap itu bukan dari Dinas Pertanian melainkan hasil swadaya warga pada saat itu.Akunya.
"Saat itu karena beberapa petani berinisiatif maka di bangun turap pembangunan itu,Dengan harga yang cukup lumayanTapi kisaran nya saya tidak tahu persis.Yang ada petani nya pun sudah beberapa orang yang telah meninggal.Kisaran nya paling sekitar 10 jutaan lah.Nah yang perlu di garis bawahi itu bukan bantuan dari pemerintah melainkan hasil swadaya para petani disini," jelasnya.
Senada Jajuli, pemilik sawah berdekatan dengan tembok turap yang ambruk, Usman (48) menerangkan kejadian tembok itu roboh diperkirakan sekitar jam 03 dini hari. Dan saat itu memang hujan tapi tidak lebat. "Karena memang tembok sudah tua dan sialnya saat itu arus air amat kencang hingga menggerus termbok. Dan, ini bukan kali pertama, tetapi sudah beberapa kali terjadi," ucapnya.
Masih dikatakan Usman, dulu saja di Kampung Cilalay, Bronjong yang di anggap kuat saja karena curah hujan besar dan debit air yang kencang akhirnya tidak kuat dan rusak juga. Apalagi dengan turap seperti itu yang usia nya lumayan tua.
Di terangkan Aat (35), pembangunan turap yang pernah dibuat itu memang diharapkan air tidak lagi menggenangi jalan. Karena ketinggian sungai dan jalan sejajar. Maka pada saat itu beberapa warga yang memiliki lahan dekat dengan sungai berinisiatif membangun turap dengan harapan air sungai tidak lagi menggenagi jalan. "Pada saat itu yang bekerja nya adalah warga dan petani yang memiliki lahan yang dekat dengan sungai juga lahan pertanian yang sering jadi limpasan sungai. Tapi setelah dibangun turap itu aman hingga kini," katanya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template