Tradisi Salangaren Masih Dipertahankan di Cipeuteuy - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tradisi Salangaren Masih Dipertahankan di Cipeuteuy

Tradisi Salangaren Masih Dipertahankan di Cipeuteuy

Written By Mang Raka on Senin, 05 September 2016 | 13.00.00

TEGALWARU,RAKA - Adat warga Kampung Cipeuteuy, Desa Mekarbuana, ketika membangun rumah dilakukan secara gotong royong. Jika kaum lelakinya ikut memanggul balok kayu dan batu maka kaum perempuannya berpartisipasii dengan menyediakan penganan.

Penganan itu dikenal dengan istilah Salangaren. Penganan ringan yang dibuat oleh warga saat membangun rumah dan sering dijadikan bagian ritual sajian bagi para pekerja yang bantu bangun rumah. Makanan sejenis kolak dengan Tepung tapioka yang menjadi bahan dasarnya. Kegiatan kerja bakti yang sering dilaksanakan itu hanya pada saat menaikan serta menurunkan genting saja. Karena dirasa cukup membutuhkan banyak tenaga maka warga pun ambil bagian dalam pelaksanaan itu.
Seperti diungkapkan Kayah (65) peserta gotong royong membangunan rumah, Minggu (4/9), penganan khas yang sering dibuat dikala bangun rumah yaitu Salangaren. Memang menjadi sajian spesial ketika acara naik dan turun genting dilaksanakan. Sejauh dirinya ketahui bahwa pembuatan salangaren itu menjadi ritual yang bersamaan dengan membangun rumah. Bahkan hingga sampai dirinya telah menjadi seorang nenek, kegiatan itu terus di laksanakan.
"Bukan kali ini tapi dari dulu, saat saya masih kanak-kanak pun kolak Salangaren ini memang sudah jadi sajiannya. Dulu di wilayah ini jarang rumah yang dibangun atapnya genteng tetapi menggunakan Hateup (Daun Rumput Gajah, Red) yang dijadikan alas penutup rumah pengganti genting. Biasanya pekerjaan dilakukan secara gotong royong agar pengerjaaanya bisa cepat selesai," kata Kayah.
Sementara Yani (48), pemilik rumah pun membenarkan bahwa penyajian kolak Salangaren menjadi bagian terpenting saat bangun rumah. Selain adat juga kebiasaan itu malah menambah harmonis kekeluargaan di antar tetangga. Biasanya pula, kegiatan itu dipastikan hampir separuh warga ikut membantu. "Ini bentuk kepedulian warga di Kampung Cipeuteuy yang masih melekat hingga kini. Warga makin menambah kekeluargaan serta aktivitas warga dalam memberikan kontribusi dalam wujud nyata nya kepada tetangga cukup ada dan dengan bergotong royong. Biasanya warga mulai dari pagi sudah banyak yang ikut berpartisipasi hingga pengerjaan pun dengan cepat hingga selesai," paparnya.
Di tempat berbeda, Lia (24), mengaku antusias dengan mengikuti kegiatan itu. Bahkan dirinya pun jadi mengetahui cara dan bagaimana membuat salangaren. Bahkan jika di waktu-waktu tertentu Salangaren bisa dijadikan makanan ringan pengisi waktu karena rasa dan bentuknya persis kolak. "Kalau rasa pasti sama dengan kolak. Hanya semua nya dari Sagu, dan rasanya tak kalah enak dari kolak biasa. Hanya yang uniknya makan Salangaren enaknya bareng-bareng," tuturnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template