TKW Wadas Dijual Lewat Online - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » TKW Wadas Dijual Lewat Online

TKW Wadas Dijual Lewat Online

Written By Mang Raka on Selasa, 06 September 2016 | 21.12.00

-Dipasarkan di Arab Saudi

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Sindikat perdagangan manusia di Arab Saudi semakin rapi. Untuk memuluskan aksinya, mereka memasarkan korbannya lewat internet.
Seperti yang dialami tenaga kerja wanita (TKW) Dusun Leuweungmalang RT 27/08 Desa Lemahabang, Kecamatan Lemahabang, Nurhalimah binti Abdul Halim. Janda muda belum beranak ini, dijanjikan bekerja di sektor perhotelan di Arab Saudi. Namun tiga bulan ditampung oleh agen di negeri yang terkenal dengan sebutan 'Petro Dollar', dirinya malah diperjualbelikan lewat penawaran secara online kepada para juragan Arab. Alhasil, bukannya kerja di perhotelan, Nurhalimah justru bekerja menjadi pekerja rumah tangga dengan gaji yang dipotong setengah pihak agen. "Dijanjikannya sih di perhotelan, tapi ditampung di agen tiga bulan. Pas kerja eh jadi PRT full time," ungkapnya kepada Radar Karawang, Senin (5/9) kemarin.
Tidak kuat menjadi PRT bergaji tidak utuh, dirinya memilih kabur dari rumah majikan dan berhasil mendatangi Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Riyadh. "Saya kabur ke Riyadh, minta dipulangkan. Akhirnya saya diberi tiket pulang Sabtu (3/9) kemarin," ungkapnya.
Sekretaris DPP Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) Boby Alwi mengatakan, Nurhalimah adalah korban perdagangan orang. Pertama sebut Boby, paspor Nurhalimah sengaja diubah keterangan tahun lahirnya. Seharusnya lahir tahun 1990 menjadi 1983. Kemudian pelanggaran penegakan moratorium lewat Keputusan Menteri Nomor 260 Tahun 2015 tentang Pengertian dan Pelarangan Penempatan TKI pada Pengguna Perseorangan di Kawasan Timur Tengah. "Kasus Nurhalimah ini jelas-jelas dijanjikan di sektor formal. Tapi malah melenceng menjadi PRT. Jika demikian sudah ada unsur pelanggarannya," ungkapnya.
Ia melanjutkan, Arab Saudi sebenarnya dilarang menjadi tujuan PRT sebagai TKI. Tapi masih diperbolehkan jika TKI yang bekerja di sektor formal seperti perhotelan atau perkantoran. Meski penyalur Nurhalimah yaitu PT Asindo Aryaniaga merupakan perusahaan resmi, tapi melihat perilaku agen-agennya di Arab saudi yang menampung para TKI sekitar 3 bulan, dan ditawarkan ke calon-calon majikan melalui online, hal itu sudah mengindikasikan ada unsur perdagangan manusia. "Nurhalimah ditawari secara online kemudian pekerjaannya menjadi PRT. Ini sudah jelas memperjualbelikan orang, di luar kesepakatan semula (dijanjikan bekerja) di perhotelan," tuturnya.
Ditambahkannya pula, selain kejahatan agen perusahaan yang memasarkan calon TKI lewat online, kesepakatan semula Nurhalimah dikontrak 6 bulan dengan gaji dari majikan ke agen sebesar 3 ribu real, atau setara Rp 9,5 juta per bulan. Tapi yang diterima Nurhalimah dari agen hanya 1,5 ribu real, atau sekitar Rp 4 jutaan.
Bahkan tiket yang dibuatkan untuk kepulangan Nurhalimah juga diambil dari gajinya sendiri oleh agen. Karenanya, pekerjaan yang dieksploitasi dengan sistem ilegal ini, membuat tidak betah Nurhalimah hingga akhirnya melarikan diri.
Selain perusahaan, pihak sponsor TKI yang disebut-sebut berasal dari Desa Linggarsari, Kecamatan Telagasari, ini juga harus bertanggung jawab atas skenario trafficking ini. "Banyak proses yang tidak benar, hingga Nurhalimah hanya mampu bertahan 4 bulan di Arab Saudi," pungkasnya.
Kades Lemahabang Rusli Sumawinata mengatakan, pihak desa hanya mengizinkan keberangkatan warganya menjadi TKI sesuai aturan moratorium. Jika tujuannya ke negara larangan, maka pihak desa tidak merekomendasikan pemberangkatan. Atau bisa pergi ke negara yang dilarang, asalkan bekerja di sektor formal seperti cleaning service maupun perhotelan. "Itu masih bisa ditolelir," tuturnya.
Tapi, jika awalnya dijanjikan bekerja di sektor formal kemudian malah menjadi PRT, itu di luar kendali pemerintah desa. "Desa sudah sangat selektif dalam membuat izin warga menjadi TKI. Mungkin yang gak izin itu nganggapnya gak penting, dan langsung saja tanpa laporan (ke pihak desa)," pungkasnya. (rud)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Kelakuan tkl indonesia sudah gah heran saya lihat sendiri hampir 99% yg masuk penjara kasus perempuan dn penampungangan tkw

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template