Tertibkan Angkot Doyan Ngetem Sembarangan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tertibkan Angkot Doyan Ngetem Sembarangan

Tertibkan Angkot Doyan Ngetem Sembarangan

Written By Mang Raka on Sabtu, 17 September 2016 | 16.00.00

PURWASARI, RAKA - Kemacetan parah arus lalu-lintas didepan pabrik-pabrik kerap ditemui jelang pulang karyawan. Kemacetan itu disebabkan akibat angkotan kota yang parkir ditengah jalan. Kondisi ini jelas melanggar aturan. Petugas Kepolisian dan Dinas Pehubungan Komunikasi dan Informatika tak nampak untuk mengurai kemacetan. Dishub berkilah bahwa keadaan ini akibat rendahnya kesadaran supir angkot dan sistem transportasi Karawang yang masih kurang memadai.
Nindi Elisa, warga Desa Tamelang Kecamatan Purwasari, yang juga membuka warung disepanjang jalan salah satu pabrik berujar, kemacetan parah jelang pulang karyawan ini sudah lazim terjadi. "Dari dulu juga begini, tak pernah ada petugas polisi ataupun Dishub yang mengatur lalu lintas. Makanya macetnya begini,"kata dia mengungkapkan.
Pantauan RAKA dilapangan, antrian kendaraan nampak mengular karena kendaraan besar dan kecil harus melintas satu-satu karena sempitnya ruas jalan setelah dikudeta para supir angkot. Akibatnya kemacetan pun tak terhindarkan hingga mengakibatkan antrian mobil ratusan meter.
Sementara itu, kemacetan juga disumbangkan akibat minimnya sarana prasarana. M Iqbal akademisi sekaligus aktivis mahasiswa Karawang menyesalkan tidak berfungsinya lampu merah di depan Plaza Cikampek. Pasalnya, daerah itu adalah segitiga emas yang menghubungkan Bandung, Jakarta dan Cirebon. "Tak ayal keadaan ini semakin mempertakut dan mempersuram statusisasi masa depan trasportasi Cikampek dimasa mendatang,"ujarnya berseloroh menirukan percakapan yang kini sudah familiar ditengah masyarakat itu.
Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika sebagai penanggungjawab rambu, dinilai terlalu banyak mengemukakan alasan. "Katanya gak ada anggarannya, ini kan bukan beli baru, cuma perbaikan. Lagipula toh bisa dihitung dengan jari jumlah lampu merah yang ada di Karawang ini," tambah mantan Presiden Mahasiswa TMKM itu.
Sementara itu, Asgar, pedagang yang sehari-hari melintas jalur segitiga emas itu mengakui bahwa kemacetan Cikampek kian lama kiat mengkhawatirkan. "Orang seenaknya mau lewat tanpa menghiraukan pengendara yang lain. Dari arah Cirebon dan Jakarta juga begitu. Ujung-ujungnya, yang ini pengen cepet, yang itu pengen cepet, gak ada yang mau ngalah. Makanya kadang ada kejadian motor jatuh atau tertabrak,"jelasnya.
Keadaan paling parah biasa terjadi ketika kereta api lewat. Sebab, limpahan kendaraan dari dua arah sama-sama besar dan padat. "Begitu palang pintu dibuka, kendaraanya kayak semut banyak sekali. Padahal jalnnya sempit,"keluh pedagang merpati ini. Oleh karena itu, lampu merah seharusnya difungsikan kembali untuk mengatur distribusi kendaraan dijalanan. "Kalau lampu merah dah jalan, petugas polisi juga harus jagain. Kalau ada yang berani menerebos lampu merah, langsung aja ditindak tegas,"kata dia.
Hal senada juga diungkapkan oleh Adien Solehuddin selaku Direktur Central for Indonesian Transportation and Development (Citrades) menuding bahwa Dinas Perhubungan tak becus mengurus lampu merahM. Padahal, rambu lalu lintas ini dirasa sangat penting untuk mengatur arus lalu lintas. “ Dishub seolah tutup mata dalam mengatasi matinya lampu merah dibeberapa titik dan simpul simpul keramaian. Seandainya lampu merah itu berfungsi kemacetan mungkin akan sedikit diminimalisir,”kata dia kepada RAKA.
Padahal ploting anggaran untuk perbaikan Warning Light/Traffick Light (WL/TL) ini tidaklah sedikit. Setiap tahunnya, anggaran perbaikan dan pemeliharaan lampu merah cukup besar. Namun dalam kenyataannya, masih banyak lampu yang dibiarkan mati bertahun-tahun lamanya. “Bisa dicek, dalam anggaran Dishub ada alokasi khusus untuk pemeliharaan dan perbaikan WL/TL dan jumlahnya sangat besar,”ungkapnya. Sehingga sangat aneh jika dengan anggaran sedemikian besar, banyak lampu merah yang tidak berfungsi. (fah)

Berbagi Artikel :

3 komentar:

  1. Lampu merahnya banyak masuk warung kopi makanya ga nyala2

    BalasHapus
  2. intinamah yang berkuasa di koridor itu ngga tegas, jangan setengah setengah, ngga usah takut sama preman, sikat jah, negara punya TNI.

    BalasHapus
  3. Untuk rambu lalu lintas"Ga ada anggarannya?!"ah masa,..Sekarangmah,jumlah,kendaraan satu orang satu motor,..jadi si angkot,..di batasi saja peredarannya,..

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template