Tak Punya Jari, Warga Ditolak Alat Perekam E-KTP - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Tak Punya Jari, Warga Ditolak Alat Perekam E-KTP

Tak Punya Jari, Warga Ditolak Alat Perekam E-KTP

Written By Mang Raka on Jumat, 09 September 2016 | 12.00.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Perekaman e-KTP nampaknya tak ramah terhadap kaum penyandang disabilitas alias cacat. Salah satu warga yang tak memiliki jari, ditolak mentah-mentah karena tak bisa membubuhkan sidik jari dalam mesin perekam e-KTP. 
Perempuan asal Dusun Krajan Desa Lemahabang bernama Hati (36) ini, berulangkali ditolak aplikasi saat merekam sidik jari. Keterbatasan alat kelengkapan perekaman membuat Hati terpaksa menunda perekaman karena berulang kali aplikasinya tertolak tanpa keterangan.
Di temua disela-sela perekaman, Hati yang juga tidak memiliki satu kaki sempurna ini mengaku baru merekam e KTP saat ini untuk keperluan pembuatan akte kelahiran anaknya. Terlebih lagi saat di Tempuran, dirinya juga belum pernah direkam e KTP. Namun, dirinya meminta arahan saja dari Kecamatan, apakah aplikasi komputerisasinya ini lengkap dan bisa terantisipasi, atau harus ke Disdukcatpil. Sayangnya, ia tak mendapatkan informasi yang jelas dan terus ditolak tanpa ada keterangan lanjutan. Ia hanya menempelkan sisa jari yang masih ada yaitu jempol. Ia mengaku diarahkan untuk menunggu karena antrian yang banyak. "Belum pernah direkam e KTP sih, bikin juga karena mau buat akte kelahiran anak," kata dia.
Kasie Kependudukan Kecamatan Lemahabang, Ade Saepudin mengatakan, warga yang tidak memiliki jari-jari tangan sempurna tetap wajib ber e-KTP. Meskipun bekas penyakit kusta yang menghilangkan jari-jarinya atau karena bawaan lahir sekalipun, kalau rata-rata memang sidik jari rusak, maka  tidak semua diambil sidik jarinya. Bahkan ada yang tidak diambil sama sekali, yang penting mereka ini direkam anggota tubuh lainnya, seperti retina mata dan identitas lengkapnya. Ketiadaan jari-jari tangan juga sulit untuk melakukan tandatangan. Meskipun tuna netra, irisan rekaman mata pasti bisa dilakukan. Hanya mungkin, keterbatasan kelengkapan perekaman, sehingga Hati ditolak komputer 3 kali tanpa keterangan berikutnya. Dan jika sistem di komputer Error akan kembali ke sistem nol lagi. Sehingga khusus bagi ibu Hati agar sabar menunggu lagi untuk perekaman, karena antreannya banyak dan tidak kembali ke sistem nol lagi. "Sebenarnya bisa langsung kalau aplikasi dan sistemnya lengkap, tapi Ibu Hati ini ditolak terus aplikasinya di komputer," jelas dia.
Seandainya kecamatan tidak menyanggupi karena sistemnya tidak lengkap, tanpa harus ke Disdukcatpil, warga yang tidak memiliki jari-jari tangan ini akan dijemput bola melalui kendaraan perekaman e KTP Disdukcatpil yang kebetulan jadwalnya tanggal 24 September ini. Pada dasarnya, sidik jari maupun retina mata hanya sebatas direkam dan tidak dimunculkan dalam fisik e KTP. Itu sebut Ade, dijadikan negara sebagai identitas apabila mencari pelaku-pelaku tindakan kriminal seperti menyelidik terorisme, narkoba dan lainnya. Sehingga, cacat fisik, tuna netra maupun sejenisnya sama-sama memiliki hak punya e KTP. "Kalau seandainya sistem dan aplikasinya tidak lengkap di kecamatan, nanti akan dikhususkan melalui kendaraan Catpil yang lebih lengkap,  kebetulan di Lemahabang jadwalnya pada 24 September ini," kata dia menyudahi. (rud)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. dn harus ada pemutihan e ktp ditiap desa sesegera ini

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template