SMAN 1 Tempuran Diakreditasi Tim Provinsi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » SMAN 1 Tempuran Diakreditasi Tim Provinsi

SMAN 1 Tempuran Diakreditasi Tim Provinsi

Written By Mang Raka on Senin, 19 September 2016 | 16.00.00

TEMPURAN, RAKA- Setelah menyandang predikat A dengan persentese 88,71 persen pada 21 Oktober 2012, SMAN 1 Tempuran kembali dinilai akreditasi oleh tim asesor dari Badan Akreditasi Provinsi (BAP) Jawa Barat Sabtu (17/9) kemarin. Sekolah penerap Kurikulum 2013 pertama di Karawang itu, menyambut dua asesor yang berlatar belakang pengawas asal Kota Bekasi dengan kesenian tradisional lengser dan tarian yang disuguhkan langsung para siswa SMA yang berlokasi di Desa Pagadungan tersebut.
Kepala SMAN 1 Tempuran Dudi Mulyadi SY mengatakan, kegiatan 4 tahun sekali ini dipersiapkannya jauh-jauh hari. Sebagai SMA yang menurut SK Badan Akreditasi Provinsi (BAP) No 02.00/208/BAP-SM/SK/X/2012 menyandang status A yang standar kompetensi lulusannya 97,00 persen ditahun 2012 ini, dirinya berharap naik tingkat dari sisi persentasenya lebih baik lagi.
Meskipun diakui Dudi, dari total personil guru dan tenaga administratif sebanyak 61 orang, guru yang berstatus PNS hanya ada 10 orang saja. Tapi, itu tidak menjadi kendala dalam menyelesaikan program-program pendidikan selama 4 tahun terakhir. Karena, dalam menjalankan kebijakan termasuk suksesi Kurtilas selama hampir 4 tahun terakhir, SMA yang jauh dari hiruk pikuk perkotaan ini sukses dengan beragam prestasi akademik dan non akademik. Bahkan sambung Dudi dari 1.057 jumlah siswanya, semuanya mendapati Kartu Indonesia Pintar (KIP) dari pemerintah pusat.
Untuk itu, dengan segala kekurangan dan kelebihan yang ada tambahnya, ia menyambut kedatangan para asesor akreditasi dengan baik. Dengan harapan hasil dari akreditasi ini bukan saja memuaskan dan naik tingkat, tetapi juga secara internal bisa mengejar dan memenuhi kelemahan yang masih ada di SMA yang akrab disebut SMAN 1 Tempuran (SEMUT) ini. "Semoga standar penilaian yang ada bisa terpenuhi, di tengah segala keterbatasan yang ada. Segala bentuk kelemahan biar kedepan kita koreksi dan evaluasi lebih baik lagi," kata pria ini.
Ketua Komite SMAN 1 Tempuran,  H Wana Wijana mengatakan, kemitraan antara sekolah dan orangtua selama ini berjalan lancar. Pihaknya, selalu mendorong segala bentuk kemajuan dari program-program sekolah, sehingga dengan terus memotivasi murid dan kepercayaan orangtua, SMAN 1 Tempuran ini terus berupaya meningkatkan kualitas maupun kuantitasnya yang sejajar dengan sekolah lainnya. Adapun akreditasi yang digelar asesor ini, merupakan momentum evaluasi bersama yang selalu diagendakan 4 tahun sekali, sehingga dengan hasil penilaian para asesor, sekolah dan komite bisa evaluasi dan terus berbenah menyempurnakan kekurangan yang ada selama ini."Akreditasi adalah momentum evaluasi bagi sekolah dan komite, agar kedepan kualitas didik dan kuantitasnya bisa meningkat," ujarnya.
Sementara itu Pengawas Pembina SMAN 1 Tempuran, H Bunyamin Mpd mengatakan, sedikitnya ada 6 sekolah yang seyogyanya diproses akreditasi tahun ini, namun 3 diantaranya mundur, sehingga menyisakan 3 SMA saja yang tahun ini digarap akreditasi, termasuk diantaranya SMAN 1 Tempuran ini. Diakui Bunyamin, 2 tahun posisi kepala sekolah dijabat Dudi Mulyadi, sejak kelahirannya SMA tahun 1997, banyak perubahan yang membaik. Selain guru-gurunya yang semakin solid, tenaga juga liner sesuai kecakapan dan disiplin ilmu. Sehingga, ia harapkan, guru-guru yang masih terbilang muda ini, produktivitasnya lebih bagus, dan bisa memenuhi 8 standar yang disyaratkan dalam akreditasi. "Guru SMAN 1 Tempuran ini sudah semakin kompak, disamping juga semuanya linier," ujarnya.
Jelang penilaian, Tim Asesor BAP Jawa Barat, Drs Suskandar MM mengatakan, akreditasi tidak perlu direspon dengan ketegangan, karena proses pemenuhan setiap standar, pihaknya hanya sebatas memotret lapangan apa-apa saja yang sudah berjalan di SMAN 1 Tempuran dan apa saja yang belum, atau dalam kata lain, pihaknya sebatas melakukan klarifikasi hal-hal yang berhubungan dengan laporan yang sudah diberikan. Apakah sudah sesuai atau belum. Semua SMA, menginginkan nilai A dengan pesentasi yang baik. Namun, pihaknya hanya bertanya dan pihak sekolah menjawabnya, tapi jawabannya itu harus disertai dengan bukti-bukti yang ada. Misalnya saja, program dan tugas guru, rata-rata dipampang di setiap dinding sekolah, namun, imbauan itu sudah dikerjakan atau tidak? tinggal sekolah menyiapkan data-data administrasinya, karena kalau fisik diakui Suskandar, agak berat. "Kita sebatas memotret sekolah saja di lapangan, apa saja perubahannya, anak-anaknya bagaimana, kemudian jika Kurtilas, penilaian sikap dan sumber literasinya digembleng atau tidak? kita tanya, sekolah yang jawab, tapi jawabannya harus dengan bukti," kata dia.
Ia berharap, ada perubahan setelah diakreditasi. Karena proses ini merupakan ajang sharing dalam rangka memenuhi 8 standar. Seperti standar isi standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, standar penilaian dan standar pendidikan.
Lokasi sekolah ini sambung Suskandar, memang jauh dari perkotaan, bahkan untuk sampai ke SMAN 1 Tempuran ini harus menyusuri irigasi yang panjang. Tapi sepanjang prestasi, kebijakan dan program berjalan baik, ia pikir tidak usah ragu bersaing dengan wilayah perkotaan. Itu terbukti sambungnya, saat dirinya bertugas menjadi asesor ke Kabupaten Garut, sekolah dan programnya memang bagus, sayangnya justru rata-rata bangunannya belum mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB). "Banyak di Garut sekolah belum IMB, kalau di Karawang saya kira sudah semua, sehingga program dan kebijakannya ia yakin bisa lebih matang," puji dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template