Setor Paling Besar, Dapat Paling Kecil - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Setor Paling Besar, Dapat Paling Kecil

Setor Paling Besar, Dapat Paling Kecil

Written By Mang Raka on Rabu, 07 September 2016 | 12.30.00

-Dana Bagi Hasil Ciparagejaya Janggal

TEMPURAN, RAKA- Ada yang aneh dalam bocoran draft Dana Bagi Hasil di Kecamatan Tempuran. Di sela rapat minggon kecamatan, Desa Ciparagejaya yang berkontribusi besar pada Pemkab Karawang lewat retribusi Tempat Pelelangan Ikan dan wisata, justru mendapat dana bagi hasil paling sedikit. Camat Tempuran mengaku tak tahu menahu perihal rumus yang digunakan. Sedangkan kades Ciparagejaya memilih tak berkomentar saat tahu desanya dapat DBH paling kecil.
Camat Tempuran Suwandi S.Ip mengatakan angka-angka pembagian DBH dalam rancangan Perbup yang kini ada di provinsi memang aneh. Namun ia mengaku belum mengetahui rumus-rumus perhitungannya seperti apa. Lagi pula, kata dia, draft itu masih sementara. Mengenai Ciparagejaya yang dapat DBH sedikit, diakui camat. memiliki kontribusi besar ke pemkab Karawang melalui retribusi Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan wisata. Namun entah bagaimana perhitungannya, Ciparagejaya justru menduduki daerah penerima DBH kedua baling buncit. "Saya belum tahu perhitungan rumusnya sampai muncul angka-angka begitu, karena rancangan Perbupnya juga masih sementara," jelasnya.
Kades Ciparagejaya, Kabun saat dikonfirmasi Radar Karawang kaitan kecilnya nominal jatah DBH bagi desanya yang berkontribusi besar di sektor perikanan dan wisata, memilih tidak banyak komentar dan tidak akan protes. "No komen, nuhun informasinya," jelas lagi.
Sementara itu, Kepala Seksi Pemerintahan Kecamatan Tempuran H Hamidi menjelaskan bahwa rancangan Perbup DBH sengaja disosialisasikan kepada seluruh kades. Semoga saja DBH ini tidak masuk dalam agenda pemangkasan akibat penundaan Dana Alokasi Umum (DAU). Ia ingatkan, DBH ini satu diantara porsinya adalah untuk honor bendahara PBB yang selama beberapa bulan terakhir ini belum dibayar. Sementara untuk bahan diperubahan APBdes, ia harapkan para kades menunggu perbupnya dulu sampai disahkan untuk pemanfaatan perimbangan ini.
Nominal angka sementara dana yang siap mengguyur masing-masing desa tersebut dirinci satu persatu. Hasilnya, diakui dia, ada kejanggalan bagi desa penerima yang menyumbang kontribusi pajak dan retribusi daerah yang cukup tinggi yaitu Ciparagejaya. Dimana desa ini menempati posisi terbuncit ke 2 di kecamatan ini.
Hamidi juga mengatakan, sesuai permohonan sebelumnya dari para kades, ia menyampaikan rancangan Perbup sementara DBH. Ia juga belum mengintruksikan perubahan APBDes, karena Perbup DBH masih dikonsultasikan ke provinsi untuk mendapat persetujuan. Jadi sambung Hamkdi, ada baiknya, kades menunggu hingga perbupnya selesai, meskipun perubahan APBDes itu harus serentak dilakukan September ini. Hamidi juga mengklarifikasi perihal angka DBH yang bisa diterima desa mencapai Rp 200 jutaan. Baginya itu tidak ada, karena yang paling tinggi di Tempuran hanya dapat Rp 161 jutaan saja. (ds)

Ini Besaran Dana Bagi Hasil di Tempuran :
1. Dayeuhluhur :Rp 162.163.000
2. Lemahkarya :Rp 161.612.000
3. Tanjungjaya :Rp 161.364.000
4. Pagadungan :Rp 158.000.000
5. Tempuran :Rp 156.800.000
6. Pancakarya :Rp 156.741.000
7. Lemahsubur :Rp 155.942.000
8. Sumberjaya :Rp 155.796.000
9. Cikuntul :Rp 154.945.000
10. Lemahduhur :Rp 154.827.000
11. Lemahmakmur :Rp 154.192.000
12. Ciparagejaya:Rp 154.109.000
13. Jayanegara :Rp 149.000.000
14. Purwajaya :Rp 136.000.000
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template