Sengketa Tanah di Telukjambe Sudah Ditangani Kemen LHK - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Sengketa Tanah di Telukjambe Sudah Ditangani Kemen LHK

Sengketa Tanah di Telukjambe Sudah Ditangani Kemen LHK

Written By Mang Raka on Selasa, 06 September 2016 | 13.00.00

KARAWANG, RAKA - Persoalan sengketa lahan dengan PT Pertiwi Lestari (PL) sudah dilaporkan ke Polda Jabar. Bahkan, persoalan ini sudah melambung ke tatataran nasional seiring dengan pengerahan personil Polisi Hutan (Polhut) dari Kemantrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Kepala Seksi Humas Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Barat-Banten, Ade Sugiarto mengatakan itu, Senin (5/9) siang. "Upaya penguasaan lahan hutan oleh PT. PL memang sudah menjadi permasalahan nasional. Polhut dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga akan segera diturunkan untuk mengamankan lokasi dari upaya pemagaran PT. PL," kata Ade.
Dikatakannya, sembari menunggu personil Polhut dari Kemen LHK, pihaknya sudah mengerahkan 72 anggota Polhut yang berasal dari 14 Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Jabar-Banten. Personil Polhut tersebut, sambung dia,  akan tetap bertahan di batas lahan negara untuk mengantisipasi upaya PT PL yang kesannya hendak melakukan  penguasaan secara fisik. "Kabar dari lapangan memang sudah ada aktivitas pemagaran yang masuk ke wilayah tanah negara. Tapi, itu sudah ditahan oleh Polhut," terangnya.
Ade menambahkan,  dari 791 hektare luas lahan di Kecamatan Telukjambe Barat yang diklaim milik PT. PL ada sekitar 726 (400+326) hektare tanah negara yang dikelola oleh Perhutani yang terletak di Desa Wanajaya dan Margamulya Kecamatan Telukjambe Barat. "Kami mempertahankan lahan hutan negara, karena dari dulu juga sudah dikelola oleh Perum Perhutani," tambahnya.
Tenaga Pendamping Masyarakat  Lembaga Masyarakat Desa Hutan (TPM  LMDH) Nace Permana mengatakan, kehadiran personil Polhut baik yang dikerahkan Perum Perhutani Divre Jabar Banten maupun Kemen LHK, sama sekali tidak akan menggangu aktifitas petani pengarap diatas lahan milik negara itu. Sebab, keberadaan petani penggarap yang tergabung dalam kelompok LMDH, tidak  melanggar hukum. "Kesepakatan antara  LMDH dan Perhutani Divre Jabar Banten itu dilakukan di depan notaris. Jadi, keberadaan anggota LMDH yang tengah menggarap lahan hutan disana, sah secara hukum," tegas Nace.
Terkait itu, Humas PT Pertiwi Lestari, Agus Rijanto, sebelumnya menandaskan pemagaran lahan yang mereka lakukan berdasarkan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang diterbitkan oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Karawang pada tahun 1998, yakni sertipikat HGB No. 5/Margamulya, sertipikat HGB No. 11/Wanajaya dan sertifikat HGB No.30/Wanajaya. Luas areal seluruhnya 791 hektar.
Menurut Agus, PT PL, mendapatkan hak atas tanah tersebut pada 16 Januari 1995, yaitu sejak ditandatangani jual beli antara PT. Tanjung Krisik Makmur dengan PT. Pertiwi Lestari tentang pembelian/pelepasan seluruh HGU No. 1 melalui akte Notariat nomor 77 Notaris Asmael Amin, SH. Bukti lain, pada 28 April 1995, terbit surat Kanwil BPN Jabar Nomor 630-278 tentang pengukuran dan pemecahan HGU No. 1 menjadi 2 bagian yaitu seluas 791,5 Ha dan 70,5 Ha. Dan pada 31 Januari 1996,  terbit surat Kepala Dinas Perkebunan Jawa Barat kepada Dirjen Perkebunan Jakarta No. 525/346/Binus tentang Persetujuan Perubahan status HGU atas nama PT. Tanjung Krisik Makmur menjadi HGB atas nama PT. Pertiwi Lestari.
Kemudian pada 3 Desember 1997, ditandatangani surat pernyataan pelepasan hak atas tanah nomor 63/PH/XII/1997 dari PT. Tanjung Krisik Makmur kepada PT. Pertiwi Lestari atas tanah HGU No. 1. Selanjutnya, kata Agus lagi, kelima pada 22 Desember 1997, terbit SK Kepala Kanwil BPN Propinsi Jawa Barat tentang pemberian HGB kepada PT. Pertiwi Lestari. Selain  pada 9 Februari 1998, Kepala Kantor Pertanahan Kab. Karawang menerbitkan sertipikat HGB atas nama PT. Pertiwi Lestari, yakni sertifikat HGB No. 5/Margamulya, sertipikat HGB No. 40/Sukaluyu, sertipikat HGB No. 11/Wanajaya. (ops/*)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template