Puskesmas Tempuran Buta Data, Jumlah Jamban 'Helikopter' Masih Misterius - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Puskesmas Tempuran Buta Data, Jumlah Jamban 'Helikopter' Masih Misterius

Puskesmas Tempuran Buta Data, Jumlah Jamban 'Helikopter' Masih Misterius

Written By Mang Raka on Rabu, 07 September 2016 | 16.00.00

TEMPURAN, RAKA- Masih ingat dengan BAB maut di jamban " helikopter" yang terjadi di Dusun Bengle Desa Pancakarya yang menewaskan kakek tua asal Kecamatan Pedes? Insiden ini justru terjadi di desa yang masuk dalam program desa sadar jamban sehat di Kecamatan Tempuran tahun 2015 kemarin. Rendahnya kesadaran masyarakat memiliki jamban sehat seperti Wc, membuat program ini jalan di tempat. Bahkan, jumlah jamban "helikopter" yang cukup banyak tersebar di irigasi Layapan, belum menarik minat Puskemas Tempuran untuk mendata jamban jorok tersebut.
Dikatakan Petugas Kesehatan Lingkungan (Kesling) UPTD Puskesmas Tempuran, Amrin Buchori Amk, puskesmas belum memiliki data tentang jumlah jamban tak layak tersebut. Mereka justru hanya punya data jamban sehat saja. Menurut dia, 67 persen dari 9 desa wilayah kerja puskesmas, sudah memiliki jamban sehat alias WC. Rinciannya sendiri yaitu sebanyak
13.195 KK. Bisa dikatakan sehat karena selain memiliki Wc, jarak antara pembuangan dengan WC pun memenuhi standar yaitu 10 meter.
Sedangkan 33 persen lagi, masyarakat masih membuang tinja pada jamban yang tidak sehat seperti empang, selokan, kebun maupun irigasi. Menurut dia, masyarakat bukan tidak ingin memiliki jamban yang lebih sehat, tapi alasan faktor ekonomi terutama biaya pembuatan WC ini sulit dilakukan sebagian masyarakat. Puskesmas sembut Amrin, hanya sebatas memberikan motivasi dan sosialisasi mengenai ancaman penyakit yang bisa ditimbulkan dari jamban yang tidak sehat serta mendorong mereka menggunakan wc yang sehat untuk pembuang tinja.
Namun, urusan pembangunan WC, sambung dia lagi, itu di luar kewenangan Dinas Kesehatan. "67 persen sudah punya jamban sehat, berarti 33 persennya ini masih sering buang tinja di irigasi, selokan kebun dan lainnya, alasannya sih faktor ekonomi," jelasnya.
Kepala UPTD Puskesmas Kecamatan Tempuran, Surisno SKm mengatakan, urusan jamban "helikopter" ini adalah kewenangan lintas sektor. Puskesmas hanya memiliki data Jamban sehat saja. Diakui Risno, jamban di irigasi Pancakarya juga tidak diketahui jumlahnya secara pasti walaupun desa ini pernah masuk program "Desa Sadar Jamban". Puskesmas sendiri, sambung Surisnp, sudah memperingatkan ancaman bahaya penyakit jika masyarakat sering menggunakan air-air irigasi untuk keperluan tinja, mencuci maupun lainnya. Diantaranya rentan terkena penyakit kulit, diare, bakteri, tipes dan jamur akibat ekoli dan pestisida. Hanya saja mungkin karena faktor ekonomi diakuinya, yang menjadi alasan masih ada masyarakat yang enggan membuat jamban sehat sendiri, "Ancaman penyakit selalu kita sampaikan, tapi tetap saja ada masyarakat yang belum punya jamban sehat mah," katanya lagi.
Lebih jauh pria asal Kecamatan Cilebar ini menambahkan, Dinas Kesehatan tidak memiliki program membangun WC umum sehat dan lainnya. Sehingga hanya sebatas mensosialisasikan kesadaran lingkungan pada warga. Ia berharap, di intansi mana pun atau lintas sektor manapun, entah swasta lewat CSR maupun anggita TNI ikut membangunkan jamban-jamban sehat di desa-desa, agar tidak ada ancaman volume penyakit dan penerapan Pola Hidup Bersih dan Sehatnya (PHBS) berjalan optimal. "Bisa saja dibangunkan kalau ada bantuan CSR atau mungkin program TNI, Dinkes sih gak ada program membangun jamban sehat ini," katanya. (fah)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template