Program Neonisasi Dikeluhkan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Program Neonisasi Dikeluhkan

Program Neonisasi Dikeluhkan

Written By Mang Raka on Kamis, 29 September 2016 | 14.30.00

TEGALWARU, RAKA - Program penerangan neonisasi di Desa Cipurwasari, Kecamatan Tegalwaru menuai keluhan. Sejak dipasang hingga dioperasikan, lampu penerangan jalannya banyak yang hilang. Padahal pemerintah desa sering melakukan pemeriksaan hampir tiap hari, baik siang maupun malam hari.

Data lapangan menyebutkan hampir 30 persen dari total lampu yang sudah terpasang dinyatakan hilang dicuri. Untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya pencurian kembali kini warga meningkatkan keamanan lingkungan melalui ronda malam. Hal itu dilakukan dengan cara berkoordinasi bersama pembina, baik unsur TNI maupun Polri. Akan tetapi hingga kini belum ada yang bisa ditangkap.
"Sudah kami lakukan pemeriksaan, baik dilakukan ronda malam hari dan siang pun pemeriksaan kami laksanakan. Hanya sampai kini belum kami ketahui siapa pelaku yang sengaja mencuri lampu penerangan jalan utama," ucap Kepala keamanan dan ketertiban Desa Cipurwasari, Amin, Rabu (28/9). Dia menambahkan saat ini warga berusaha lampu-lampu yang hilang dengan lampu baru.
Sementara Kades Cipurwasari, Saujang Sumarya menegaskan kedepannya akan dilakukan pemasangan pengaman lampu agar tidak mudah dicuri. Dirinya juga akan berkoordinasi dengan Kepala seksi ekonomi dan pembangunan Desa Cipurwasari agar secepatnya ada pengganti untuk pengaman lampu penerangan neonisasi tersebut. "Saya akan secepatnya berkoordinasi dengan aparatur kami agar ada pengaman lampu yang lebih aman," ucapnya.
Dilanjut Saujang, pihaknya kedepan akan meningkatkan kordinasi dengan semua unsur Pembina baik TNI maupun Polri. Saujang mengaku apa yang dilakukan pihaknya sudah maksimal. "Kami sadari juga karena merupakan lintasan jalan utama, khawatir sambil melintas iseng lampu pun diambil," katanya.
Sementara, Dian (27), warga Desa Cipurwasari, mengatakan warga disini tidak mungkin akan mengambil lampu penerangan karena lampu itu juga dibutuhkannya. "Kalau yang dekat-dekat mungkin bisa saya awasi dan saya juga pernah awasi ada pula lampu yang rusak karena petir dan hujan besar. Kalau menurut saya pemerintah desa pun sudah maksimal mengawasi keberadaan lampu dan pengawasannya, tapi memang susah juga karena tidak tiap hari aparatur desa bisa mengawasi," tandasnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template