Pohon Asli Karawang Selatan Tumbuh di Puncak Sempur - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pohon Asli Karawang Selatan Tumbuh di Puncak Sempur

Pohon Asli Karawang Selatan Tumbuh di Puncak Sempur

Written By Mang Raka on Senin, 19 September 2016 | 15.30.00

TEGALWARU, RAKA - Hutan konservasi pendidikan puncak sempur kini jadi pusat kunjungan para pelajar karena bisa memberikan edukasi. Saat ini pihak pengelola wanawisata tersebut bekerjasama dengan Perum Perhutani tengah mengupayakan tanaman asli Karawang Selatan untuk ditanami di wilayah wisata tersebut.

Upaya itu tengah di tempuh oleh para pengelola wanawisata Puncak Sempur, sekitar 5 hektare areal Perum Perhutani tengah diusahakan agar bisa menjadi lahan produktif pengembangan jenis pohon epidemi asli Karawang selatan. Beberapa jenis pohon yang kini tengah di upayakan bisa jadi pohon edukasi bagi pelajar juga bisa jadi epidemi asli Karawang. Seperti Jambu cingcalo, pohon Sempur, picung, kayu putih dan Aren.
Sementara denah lokasi yang rencananya akan dijadikan pusat pengembangan areal pohon epidemi diperkirakan di areal Sektor utara blok 42. Itu karena kontur tanah dan pengawasannya bisa dilakukan dengan baik oleh Perum Perhutani sendiri juga oleh para pencinta alam serta Pengelola. "Pelajar akan lebih tertarik secara alami selain menanamkan untuk menghormati keberadaan pohon terutama pohon epidemi asli Karawang. Pohon ini sebenarnya bisa dijadikan pohon produktif bagi kelangsungan masyarakat hanya saja kini belum serta merta di sadari oleh masyarakat," kata Kepala Harian Pengelola Wanawisata Puncak Sempur, Solihin Fuadi, Minggu (18/9).
Fuadi berharap ketika itu semua terwujud, pelajar bisa mengetahui pohon epidemi asli Karawang Selatan. Diharapkan juga mengetahui dengan jelas bagaimana cara mengelola nya serta menanam nya dengan baik.
Hal senada pun di jelaskan Danu Madsoleh (28). Dirinya membenarkan bahwa saat ini pohon produktif yang cukup membantu warga baik hasil dan produksi makin berkurang. Selain itu pohon produktif pun cukup bermanfaat bagi kelangsungan manusia karena bisa menjadi sumber penahan debit air dengan jumlah yang cukup baik. "Selain berguna bagi kelangsungan hidup manusia, pohon itu juga bisa membantu menahan laju air bagi ketahanan jumlah air hingga di waktu tertentu. Saat kemarau tidak terlalu habis terbuang dan pohon tersebut bisa tetap memberikan pasokan air bagi tanah dan pepohonan," harapnya.
Di tempat berbeda, Didi Supardi (30), membenarkan saat ini jumlah pohon aktif dan menjadi epidemi Karawang selatan sangat kurang. Dengan adanya pemikiran pohon epidemi bisa ditanam secara intergrasi bagi hutan edukasi. Dirinya menyambut baik, hingga upaya tersebut bisa diikuti oleh semua unsur. "Jika dihitung dengan kasat mata, pohon asli Karawang selatan jumlahnya mulai berkurang. Bukan karena ada yang menebang tapi memang kurang di budi dayakan maka saya menyambut baik dengan pemikiran pengelola dan perum Perhutani membuat hutan edukasi bagi pelajar hingga bisa di lestarikan bagi kelangsungan hidup," pungkasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template