Perusahaan Tolak Ijazah Paket C - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Perusahaan Tolak Ijazah Paket C

Perusahaan Tolak Ijazah Paket C

Written By Mang Raka on Jumat, 02 September 2016 | 18.12.00

- Forum PKBM Siap Tempuh Jalur Hukum

PURWAKARTA, RAKA - Forum Komunikasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (FK-PKBM) Kabupaten Purwakarta mengancam akan melakukan langkah hukum terhadap perusahaan atau lembaga perintah yang menolak dan tidak mengakui keabsahan ijazah kesetaraan atau kejar paket. Sikap tegas itu setelah pihaknya menerima laporan adanya sejumlah perusahaan di Purwakarta yang menolak pelamar berijazah paket C.
"Padahal ijazah paket C setera dengan ijazah sekolah formal tingkat menengah atas atau SMA/SMK. Sementara paket B setera dengan sekolah menengah pertama (SMP) dan ijazah paket A setera sekolah dasar (SD). Untuk itu kami mengecam dan akan melakukan langkah hukum jika ada perusahaan atau lembaga pemerintah yang tidak mengakui legalitas ijazah keseteraan," tegas Ketua FK-PKBM Kabupaten Purwakarta Denny Ramdhany, Kamis (1/9).
Menurut Deni, ijazah paket A, B dan C atau keseteraan ini dikeluarkan resmi oleh pemerintah dan bukan ijazah palsu. Jadi legal formalnya diakui oleh negara dan undang-undang. "Jika ada perusahaan atau lembaga pemerintah yang menolak pelamar berijazah kesetaraan, maka sama saja mereka menentang undang-undang. Atau bisa dikategorikan pelanggaran hukum," kata dia.
Bahkan pada 2006 lalu, kata Deni, Menteri Pendidikan Nasional membuat surat edaran bernomor: 107/MPN/MS/2006 yang menegaskan, bahwa ijazah Paket A/Paket B/Paket C setara secara hukum dengan ijazah SD/SMP/SMA. Surat edaran itu ditujukan kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, Kepala Staf TNI AD, TNI Al, TNI AU, Kapolri, Kepala BKN, dan Rektor Universitas/Direktur Politeknik/Ketua Sekolah Tinggi. Isi dari surat edaran itu menegaskan tentang status hukum Ijazah Paket A, Paket B , dan Paket C yang harus diperlakukan setara secara hukum dengan ijazah sekolah formal. "Jika ada kasus penolakan seperti pelamar berijazah paket C, baik itu dari perusahaan swasta maupun BUMN atau juga lembaga pemerintah dengan alasan tidak diakui, kami minta segera melaporkannya ke kami (PKBM) atau bisa juga ke dinas pendidikan. Nanti akan kami tindaklajuti," ungkapnya.
Sekolah kejar Paket C/B/A, jelas dia, merupakan program penyempurnaan dari program ujian persamaan yang diberlakukan oleh pemerintah. Tujuannya sebagai salah satu terobosan untuk penuntasan program wajib belajar 12 tahun. Dalam program kejar Paket C misalnya, siswa yang akan mengikuti Ujian Nasional Pendidikan Kesetaraan (UNPK) diwajibkan untuk terlebih dahulu mengikuti kegiatan belajar mengajar minimal satu tahun yang diselenggarakan oleh Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) atau Lembaga Penyelenggara Pendidikan Kesetaraan (LPPK). "Jadi memang ijazah dari Paket C ini dihargai sama dengan ijazah Sekolah Menengah Atas yang dapat dipergunakan untuk melamar kerja, melanjutkan kuliah di PTN atau PTS dalam dan luar negeri, penyesuaian golongan jabatan di TNI, Polri, PNS dan pegawai swasta," ungkapnya.
Sebelumnya, FK-PKBM Kabupaten Purwakarta menerima sejumlah pengaduan dari masyarakat yang berijazah Paket C, karena lamaranya ditolak oleh perusahaan swasta. Salah satu warga yang mengadu tersebut bernama Oman (30), warga Kecamatan Sukasari. Dia mengakui kalau ijazah Paket C yang digunakannya untuk melamar tidak layak dan tidak dibutuhkan. "Saya diminta pulang oleh perusahaan itu, karena ijazah saya bukan ijazah SMA. Tapi Paket C. Jika ingin diakui pihak perusahaan tempat saya melamar kerja itu meminta saya untuk membuat surat keterangan dari dinas pendidikan," keluh Oman. (awk)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template