Perda Bangunan Vertikal Bakal Lahir - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Perda Bangunan Vertikal Bakal Lahir

Perda Bangunan Vertikal Bakal Lahir

Written By Mang Raka on Senin, 05 September 2016 | 14.00.00

KARAWANG, RAKA - Dahsyatnya invansi sektor industri dan perumahaan ternyata membuat Bupati Cellica Nurrachadiana ketar-ketir. Belum lagi Perda Pertanian yang tak kunjung rampung. Alhasil, sebagai pertahanan terakhir melindungi lahan pertaniannya yang masih tersisa, dia dengan tegas mempublikasikan rencana membuat peraturan daerah (Perda) tentang bangunan vertikal.

Menurut bupati, melalui perda itu nanti kedepannya bisa meminimalisasi alih fungsi lahan pertanian. Sehingga pemanfaatan lahan pertanian untuk keperluan pembangunan gedung perkantoran, hotel maupun perumahan bisa ditekan. Pernyataan tersebut disampaikan Bupati Karawang Cellica Nurachadiana, usai menghadiri acara topping off (penutupan atap) apartemen Tamansari Mahogany Karawang, akhir pekan (3/9) kemarin.
Meski begitu, kata Cellica,  pembatasan lahan untuk sektor bisnis atau perumahan hanya dilakukan dibeberapa lokasi yang memang sudah padat seperti wilayah Karawang Barat, Karawang Timur, Telukjambe Barat dan Telukjambe Timur. "Wilayah ini memang sedang tumbuh pesat makanya kita membatasi penggunaan lahannya. Kalau mau membangun vertikal pemerintah akan mendukungnya khususnya untuk properti seperti apartemen atau hotel," katanya.
Kebijakan ini, menurut Cellica, akan  sejalan dengan program Pemerintah Pusat tentang menyediaan lahan pertanian pangan berkelanjutan. Sebab, saat ini lahan sawah teknis di Karawang mencapai 93 ribu hektare yang terancam oleh alih fungsi lahan akibat dampak dari pembangunan. "Alih fungsi lahan ini tidak mudah untuk kita hentikan. Namun yang pasti kita bertekad setidaknya lahan sawah teknis seluas 80 ribu hektar bisa kita selamatkan. Sedangkan sisanya kita peruntukan untuk pembangunan lainnya," tandasnya.
Direktur pembangunan properti PT Wijaya Karya, Nur Al Fata  mengatakan, untuk membangun sebanyak 794 unit apartemen  tidak memerlukan tanah yang luas karena bangunan ini vertikal. Berbeda dengan bangunan perumahan yang tersebar di Karawang yaang dibangun secara horizontal. "Luas lahan yang kami gunakan hanya satu hektar. Jika bangunan horizontal tentunya butuh lahan minimal 10 hektar," kata dia.
Dikatakannya, Wijaya Karya (Wika) merupakan pengembang hunian vertikal pertama. Bangunan bangunan vertikal itu tersebar di berbagai kota besar yang ada di Indonesia. "Saat ini Wika gedung juga tengah membangun gedung vertikal di Bandung dan Bekasi," katanya.
Bangunan vertikal, lanjut Nur, cukup diminati masyarakat. Buktinya,  pembangunan apartemen (tower 1)  Tamansari Mahogany yang dibangun April 2015 dan proses pembangunan baru mencapai 55 persen sudah terjual 71 persen. "Bahkan tower 2 apartemen akan segera dibangun setelah proses pembangunan tower 1 mencapai 80 persen," ujarnya (ops)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template