Pelajar Mts Sirojul Atfal Minta WC - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pelajar Mts Sirojul Atfal Minta WC

Pelajar Mts Sirojul Atfal Minta WC

Written By Mang Raka on Jumat, 09 September 2016 | 17.00.00

PANGKALAN,RAKA - Madrasah Tsanawiyah (Mts) Sirojul Atfal di Desa Tamansari, Kecamatan Pangkalan, kondisinya rusak parah dan tidak mempunyai WC. Satu-satunya MCK yang dimiliki sekolah itupun sudah tidak berfungsi.

Selain MCk yang tidak berfungsi bangunannya juga rawan ambruk. Atap kelas banyak yang pecah, tembok pun retak. Bahkan kaki bangku tidak sedikit yang patah. Hanya kreativitas siswa saja yang bisa menyelamatkan kursi-kursi tempat mereka menimba ilmu. Sekolah itu sendiri memiliki lahan wakaf seluas 1300 M2 tapi belum dibangun karena terkendala biaya.
Berbagai upaya telah dilakukan oleh pihak Yayasan, bahkan pengelola sekolah pun tidak tinggal diam dan terus berupaya agar ada dermawan yang mau membantunya. Sanitasi dan MCK yang menjadi vital bagi sekolah pun tidak berfungsi. Siswa jika akan buang air kecil atau BAB harus menumpang ke rumah teman yang dekat dengan lingkungan sekolah.
Kepala Sekolah Mts.Sirojul Atfal, Jaja Komara.Spd.I, Kamis (8/9) membenarkan, kondisi bangunan sekolah yang dimilikinya cukup berpengaruh kepada jumlah rombongan belajar. Kini jumlah siswanya hanya berjumlah 96 Orang. Terdiri dari kelas VII sebanyak 23 siswa, kelas VIII 38 siswa dan kelas IX 35 siswa. Padahal sebelumnya siswa yang masuk bisa lebih banyak dari tahun sekarang.
"Warga berharap besar sekolah bisa menjadi harapan anaknya bisa belajar dengan nyaman. Tapi dengan kondisi bangunan sekolah seperti itu cukup membuat orang tua murid berfikir dua kali. Harapan saya adanya bantuan baik dari pemerintah maupun swasta, agar bangunan sekolah yang kami miliki bisa membuat nyaman orang tua murid dan kami juga sebagai pengajar," ujarnya.
Demikian pun diutarakan Sumiati Aulia.Spd.I, guru disana. Dirinya tidak berpengaruh pada kualitas bangunan yang ada karena tujuannya adalah mendidik siswa agar lebih pintar. Tapi dia cukup prihatin dengan kualitas ruang kelas yang mengganggu psikologis siswa. Atap yang terbuka, genting bocor dan bangunan ruang kelas retak. Kadang membuat siswa menjadi tidak nyaman. "Yang kami khawatirkan adalah siswa. Mereka yang terpenting bagi kami memberikan ilmu pendidikan agar lebih maju. Hanya saya berharap pemerintah serius bantu sekolah kami agar lebih aman dan nyaman. Kini siswa kadang dihadapkan pada permasalahan yang lain. Seperti atap yang berlubang dan enternit yang hampir terjatuh," ucapnya.
Ridwan (13) Siswa kelas VIII mengungkapkan, sekolahnya cukup tidak nyaman. Selain ruang kelas dan WC yang hampir ambruk juga lapangan upacar sudah tidak layak di pergunakan. Terlebih ketika hujan turun maka lapangan sekolahnya dalam keadaan berlumpur serta digenangi air. Hingga kadang pada hari senin yang biasanya Upacara bendera pun urung dilaksanakan.
"Apalagi pelajaran olahraga, biasanya kami sering main bola atau praktek olahraga di lapangan. Tapi kami sudah tidak bisa melakukan hal itu kalau hujan karena lapangan akan becek. Dan satu hal ketika kami mesti mengganti pakaian olahraga, kami lakukan di kelas karena wc seharusnya bisa gunakan kondisinya sudah terbuka karena rusak," tuturnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template