Pelajar Ditanah Perhutani Minta Listrik - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Pelajar Ditanah Perhutani Minta Listrik

Pelajar Ditanah Perhutani Minta Listrik

Written By Mang Raka on Selasa, 06 September 2016 | 15.30.00

TELUKJAMBE BARAT, RAKA - Pelajar Madrasah Ibtidayah di Kampung Pucung, Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Barat, sampai sekarang masih berharap perhatian pemerintah daerah untuk membetulin jalan menuju sekolahnya. Selama ini mereka terpaksa melepas sepatu untuk bisa sampai ke sekolahnya karena kondisi jalan yang berlumpur.

Pantauan RAKA, Senin (5/9) jalan menuju Madrasah Ibtidayah memang masih berupa tanah merah dan berlumpur dibeberapa titik. Padahal di Kampung Pucung itu, berdiri puluhan pabrik. Selain itu warga pun hingga kini belum mendapatkan pasokan listrik, hingga untuk belajar pun anak-anak mereka harus kerepotan dengan penerangan seadanya.
Dani (12) Siswa kelas 5 Madrasah Ibtidayah, menuturkan, dirinya mesti berjalan sekitar 3 Kilometer jauhnya untuk bisa sampai ke sekolah. Tidak dekat jaraknya, dan kesulitanpun masih harus ditambah ketika hujan, sepatu yang dikenakannya harus berlumpur dan kotor. Karenanya tiap kali hujan dia dan teman-temannya terpaksa melepas sepatu agar tidak kotor.
Dani berharap jalan di kampungnya hingga kesekolahnya bisa diperbaiki hingga tidak lagi kotor kakinya ketika bersekolah. "Saya harus jalan jauh ke sekolah. Kadang kalau malas bukan sepatu sepulang sekolah sepatu saya harus di cuci dan besoknya belum tentu bisa saya pakai kembali. Kalau sepatu kotor terpaksa saya mengggunakan sendal. Pengen punya jalan bagus biar ke sekolah tidak kotor lagi," harap nya.
Kepala sekolah Madrasah Ibtidayah Haerudin.Spd.I, menyampaikan, warga disana cukup menderita selain jalan yang tidak layak, Warga pun tidak mempunyai penerangan karena akses listrik tidak ada. Terlebih bagi siswa yang jauh dari lokasi sekolah, besar harapannya pemerintah bisa memberi akses listrik bagi warga dan fasilitas umum yang lainnya agar aktivitas warga lebih di mudahkan.
"Kami jika tengah membuat laporan menggunakan komputer mesti ke salah satu rental terlebih dahulu karena komputer percuma di pergunakan listrik tidak ada. Sebenarnya banyak sudah perusahaan-perusahaan yang menawarkan jalur listrik ke kampung kami. Hanya birokrasinya tanah yang kami tempati saat ini adalah tanah negara. Maka pihak manapun khawatir menyalahi aturan," ujarnya.
Sementara Rohimah (55) warga setempat mengatakan, Warga cukup berharap pemerintah bisa melihat langsung apa yang dirasakan oleh warga kampung Kalihurip, Pejaten rasakan. Dirinya berharap apabila pemerintah serius, fasilitas umum seperti masjid dan sekolah diberi aliran listrik untuk kegiatan mereka. "Tidak minta lebih, yang penting coba buat Masjid saja, karena kami juga ingin seperti di masjid-masjid yang lain ada pengajian dan saat sholat ada Takbis Adzan yang berkumandang. Ini saya kadang kasihan ada karyawan pabrik yang dekat dengan lokasi sekolah ikut sholat Jumat, Khotib sampai kesusahan memberikan tausiah nya karena speaker tidak ada," ucapnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template