Operator Sekolah Kurang Sejahtera - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Operator Sekolah Kurang Sejahtera

Operator Sekolah Kurang Sejahtera

Written By Mang Raka on Sabtu, 17 September 2016 | 15.30.00

-Beban Kerjaan Banyak, Honor Kecil

TEMPURAN, RAKA - Tugas menjadi Operator Sekolah acap kali dianggap sebelah mata. Tugasnya yang berat seperti menyiapkan, memprogramkan, mendokumentasikan seluruh kegiatan di sekolah baik itu BOS, Dapodik, inventaris barang, dan kebutuhan administrasi hingga sarana prasarana, belum sebanding dengan honor yang diperolehnya. Bahkan penyesuaian kesejahteraan yang baku saja masih belum dirasakan operator kerjaan standby di depan komputer.
Operator SMAN 1 Tempuran, Didin Sugandi S.pd mengatakan, ketika lini pendidikan menengah mulai menerapkan serba online, penguasaan IT yang lemah pada akhirnya memaksa Operator Sekolah untuk menyelesaikan tugas-tugas meng-online-kan data-data guru dan lainnya.
Sementara soal kesejahteraan, tidak ada aturan jelas mengenai hal ini dan cenderung diserahkan kepada kebijakan masing-masing sekolah. Memang sejauh ini honornya selalu diterima dari BOS, tapi harus disesuaikan dengan kebutuhan sekolah masing-masing. Ia menginginkan para operator ini, diseragamkan tanpa melihat penyesuaian besar dan kecilnya jumlah siswa. "20 Operator SMA sudah berembug sih, bicara soal kesejahteraan termasuk  transport dan konsumsi, supaya semuanya disamakan," kata dia.
Didin menilai, tidak semua operator statusnya PNS. Karena dari 20 orang yang ada saja rata-rata honorer. Bahkan saking numpuknya pekerjaan operator,  banyak diantaranya yang mundur dari aktivitas sebagai pengajar. Sebab  kerjapun kadang-kadang harus berlanjut dibawa kerumah. Karenanya, melalui MKKS, bendahara sekolah dan operator diharapkan bisa berembug untuk menyamakan persepsi soal status para operator, utamanya soal kesejahteraan. Karena honor operator diakui Didin, seperti tahun sebelum-sebelumnya bisa diambil dari dana BOS, sehingga honor operator akan berbeda-beda dengan operator lainnya sesuai anggaran BOS tiap sekolah. "Biaya entri-kan disesuaikan dengan kebijakan sekolah, nah para operator ini minta agar semua sekolah menyamakan persepsi. Karena bagaimanapun operator adalah jantung sekolah yang selama ini kurang diperhatikan ," jelasnya. (rud)

Berbagi Artikel :

1 komentar:

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template