Musda DKK Mencurigakan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Musda DKK Mencurigakan

Musda DKK Mencurigakan

Written By Mang Raka on Rabu, 28 September 2016 | 13.00.00

KARAWANG, RAKA - Pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) Dewan Kesenian Karawang (DKK) diwarnai berbagai kejanggalan. Salah satunya adalah tidak konsistennya penyelenggara Musda DKK dalam hal penetapan calon ketua.

Pengurus DKK, Mardiman Ujung menyesalkan mekanisme penetapan calon yang dilanggar. Berdasarkan aturan, bakal calon yang lolos verifikasi tahap dua ditetapkan menjadi calon saat sudah memberikan bantuan Rp. 5.000.000 ke panitia. Bantuan ini sedianya digunakan untuk membantu pelaksanaan Musda DKK. Batas akhir penyerahan bantuan ditetapkan hari Minggu jam 00.00 WIB, tanggal 25 September 2016. "Sampai batas habis, hanya ada tiga bakal calon yang menyerahkan bantuan," tukas Mardiman.
Sementara Sekretaris Steering Committe, Yadi, disinggung mengenai jumlah balon yang direkomendasikan hanya mengatakan ada satu balon yang gagal mengikuti pemilihan. "Secara tegas saya memblack list Hendra dan menetapkan tiga bakal calon sebagai calon, di depan pengurus DKK, panitia SC, panitia OC, dan pejabat Disbudpar. Alasan Yadi, Hendra sudah melanggar mekanisme organisasi sehingga harus diblacklist namanya dari kandidat ketua. Namun pada jam 19.00 WIB, Hendra, mendatangi sekretariat untuk menyerahkan dana bantuan. "Tapi kenapa pada hari H Musda, nama Hendra masih ada dan masih muncul. Pada akhirnya, diketahui kalau Hendra hanya membayar Rp. 2.000.000," katanya.
Mardiman mencurigai, ada ketidakwajaran dalam proses Musda DKK. Terlebih, ada dugaan campur tangan oknum Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Karawang.
Campur tangan ini terindikasi kuat saat panitia menerima bantuan 15 kamar. "Kata panitia, 15 kamar merupakan pemberian Okih, Kepala Disbudpar. Pertanyaannya, apakah Okih memberikan kamar atas nama pribadi, atau atas nama Disbudpar dari kantong APBD," ujarnya.
Selain itu, Mardiman juga mempertanyakan kamar hotel yang diberikan Okih. Jika atas nama pribadi, kenapa Okih memberikan kamar hotel secara cuma-cuma. Jika atas nama kedinasan, tindakan Okih sama sekali tidak elok. Sebab, anggaran untuk booking kamar akan lebih berguna jika digunakan untuk biaya kegiatan musda.
Malam sebelum musda, ada dugaan pengondisian yang dilakukan salah satu calon. Menurut sumber yang tak mau disebutkan namanya, salah satu calon yang diduga dekat dengan Disbudpar membawa beberapa ketua PKC menggunakan mobil warna putih. (dri)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template