Mobil Baru Dewan Akhirnya Diprotes Mahasiswa - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Mobil Baru Dewan Akhirnya Diprotes Mahasiswa

Mobil Baru Dewan Akhirnya Diprotes Mahasiswa

Written By Mang Raka on Jumat, 30 September 2016 | 18.58.00

KARAWANG, RAKA - Mobil dinas baru anggota dewan yang kadung dibagikan Pemerintah Kabupaten Karawang, akhirnya diprotes mahasiswa. Sayangnya, aksi yang digelar aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Kamis (29/9) kemarin, tidak disambut oleh satupun pejabat pemerintah. Karena mulai dari bupati hingga sekretaris daerah, diketahui masih di Garut memberikan bantuan untuk korban bencana banjir bandang.
Berdasarkan pantauan Radar Karawang, saat hendak merangsek masuk ke kantor bupati, puluhan mahasiswa itu dihadang oleh satpam. Akhirnya mereka berorasi dan bakar ban. Selang beberapa menit kemudian, mereka kembali mencoba masuk ke kantor orang nomor satu di Karawang. Tapi lagi-lagi dihadang, dan sempat bersitegang dengan petugas keamanan.
Ketua PMII Karawang Ricky Sofiyan merasa ada yang janggal dengan roda pemerintahan. Pasalnya, saat pemkab kesulitan uang akibat ditundanya pencairan dana alokasi umum (DAU), mereka malah bersepakat dengan dewan membeli mobil dinas baru. "Jika menyangkut soal hajat hidup masyarakat, mereka sangat efisien. Tapi dilain sisi mereka malah melakukan pemborosan dengan membeli mobil dinas dewan Rp 7 miliar," ungkapnya.
Kordinator lapangan aksi, Mulya Eka Dijaya mengatakan, jika pemerintah tetap membeli mobil dinas dengan alasan sudah dianggarkan, pihaknya meminta ada komitmen dalam bentuk hitam di atas putih. "Jangan sampai kinerja dewan malah lebih jelek dengan adanya mobil baru," terangnya.
Peserta aksi lainnya, menuding pemerintahan Cellica hanya sekadar seremoni dari tempat satu ke tempat lain. Padahal, masih banyak persoalan masyarakat yang belum selesai. "Mulai dari Cikampek, Rengasdengklok, Cilamaya, Pangkalan dan masih banyak lagi. Tidak ada satupun permasalahan yang ditangani bupati secara kongkrit dan cepat, lebih cenderung kamuflase," teriaknya yang disambut teman-temannya.
Sementara itu, anggota dewan seperti tidak puas dengan mobil dinas baru. Mereka saat ini sedang berusaha mendapatkan dana aspirasi Rp 1,5 miliar per orang dalam APBD perubahan 2016. Menanggapi itu, Sekda Karawang Teddy Rusfendi mengaku bingung karena dalam APBD perubahan terjadi defisit anggaran Rp 40 miliar. "Kalau anggarannya ada, sebenarnya tidak masalah, dan permintaan itu bisa dipenuhi," kata dia.
Pemkab Karawang sendiri hingga kini belum memutuskan apakah memenuhi permintaan DPRD atau tidak. Sekda mengaku pihaknya masih melakukan kajian, serta menunggu perkembangan selanjutnya terkait pengalokasian anggaran. "Pemkab masih berupaya memenuhi permintaan anggota DPRD ini. Tentunya nanti akan ada kegiatan yang dikorbankan," kata dia.(dri)



Berbagi Artikel :

3 komentar:

  1. haduuuuuh......
    aya ....aya....wae.....
    Enak Bray jdi Pejabat itu..mau minta apa pun.disediakan...

    BalasHapus
  2. Andai uang 7M buat bangun jalan dipelosok desa karawang yang masih ANCUR. baru itu pemimpin yang BAIK lebih memilih mendahulukan kepentingan umum dibanding dirinya pribadi.

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template