Mayortas Air Jatiluhur Aliri Sawah Karawang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Mayortas Air Jatiluhur Aliri Sawah Karawang

Mayortas Air Jatiluhur Aliri Sawah Karawang

Written By Mang Raka on Senin, 26 September 2016 | 16.00.00

TELAGASARI, RAKA - Waduk Jatiluhur di Purwakarta menjadi pusat sumber pengairan sawah teknis di Karawang. Memiliki 162 Miliar kibik perdetik, 62 persennya air tersebut dialirkan ke pesawahan di Karawang.
Dikatakan Dirut Perusahaan Jasa Tirta (PJT II), Sukarno MM mengatakan, dari 162 Miliar kubik perdetik yang dialirkan, 80 persen air waduk jatiluhur ini difokuskan untuk pertanian. Sementara sisanya 20 persen dimanfaatkan untuk dikomersilkan yang rata-rata bermuara ke arah DKI Jakarta.
Khusus Karawang sebut Karno, daerah ini dapat bagian 62 persen dimana mayoritas air diarahkan ke pesawahan sekitaran Telagasari sebanyak 32 ribu hektar dan ke arah Rengasdengklok 44 ribu hektar  34 meter/detik.
Mengingat Karawang cukup luas dan memiliki potensi pertanian yang besar, jaringan yang menuju ke kabupaten ini bisa dikatakan terbaik secara nasional. Untuk itu, pihaknya dari PJT II siap mendukung program pertanian di Karawang. Ia mempersilahkan siapapun berkoordinasi soal kebutuhan air agar sama-sama bisa mensukseskan program pertanian dan sesuai jadwal tanam. "62 persen air Jatiluhur ini dialirkan ke Karawang, makanya kita siap membantu program pertanian di kabupaten ini," tandas dia.
Sementara itu, Wakil Bupati Karawang Jimmy Ahmad Zamakhsyari di sela-sela panen raya di Desa Cilewo Kecamatan Telagasari, mengatakan, sangat mengapresiasi kesigapan PJT II. Dirinya minta kontak langsung dengan Dirut, agar sawah di Karawang terhindar dari kekeringan. Jangan sampai, sebut Jimmy, Kepala PJT II ini lebih mudah ditemui pengusaha telur bebek karena airnya mudah dialirkan untuk kepentingan bisnis pengusaha di irigasi-irigasi. Untuk itu, persoalan air ini sangat penting. Pupuk mahal saja, sambung dia, masih bisa dibeli, tapi kalau tanaman sudah tidak air, ini yang mengkhawatirkan. Tapi sambung Jimmy, petani diminta juga supaya patuh pada jadwal pengairan. Artinya pada saat air turun seketika segera pengolahan lahan dan mulai tanam. Sebab, biasanya petani sendiri yang sulit patuh akibat takut terserang hama tikus dan sejenisnya. "Saya minta Kepala PJT mudah dihubungi, di satu sisi petani juga harus patuh jadwal tanam," pintanya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template