Konvoi Truk di Jalan Badami Loji Dikeluhkan Lagi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Konvoi Truk di Jalan Badami Loji Dikeluhkan Lagi

Konvoi Truk di Jalan Badami Loji Dikeluhkan Lagi

Written By Mang Raka on Jumat, 09 September 2016 | 15.30.00

PANGKALAN, RAKA - Konvoi truk di jalan utama Badami - Loji kembali menuai keluhan. Bahkan tidak jarang akibat dari itu menyebabkan kecelakaan, walaupun belum jelas angka korbannya, dampak yang lainnya mengakibatkan antrean kendaraan.

Selain konvoi truk-truk itu juga ugal-ugalan, terutama ketika muatan mereka tidak ada. Keadaan itu membahayakan pengendara dibelakangnya. Dan itu bukan kali pertama terjadi tetapi seringkali. Ironisnya, hingga saat ini belum ada tindakan tegas baik dari kepolisian maupun dinas perhubungan agar mereka tidak melakukan hal yang membahayakan pengendara lain ketika di jalan raya.
Dari pengamatan RAKA di lapangan, Kamis (8/9), setiap kali ada truk melintas kendaraan kecil selalu antre dibelakangnya. Selain karena badan jalan yang sempit sehingga tidak memungkinkan untuk menyalip, hal itu juga rawan kecelakaan. Sehingga seringkali karena menunggu cela menyalib terkadang sampai terjadi penumpukan di belakang truk.
Hal lain yang membuat kesal adalah material bawaan truk yang tumpah ke jalan, hingga menyebabkan jalan jadi kotor, apalagi begitu terkena hujan bisa menyebabkan terjadinya lumpur. Seperti dituturkan Rudi (40), warga Cibiuk, Desa Tamansari mengatakan, dirinya kadang merasa jengkel dengan tindakan yang semena-mena dari truk-truk besar itu. Terlebih saat adanya kubangan di jalan, tak ayal pakaian yang dikenakan jadi sasaran lumpur yang terhempas oleh ban besar truk yang melintas. "Jengkel. Kadang ingin mengambil tindakan tapi kan saya juga berpikir, jika saya melakukan hal yang bodoh akan berakibat kepada diri saya. Nah yang saya harapkan ada tindakan dari Dinas Perhubungan," katanya.
Di tempat terpisah, Iyas (35), pedagang Soto ayam di wilayah Nyangkokot, Desa Wanajaya pun bernasib sama. Dirinya dirugikan ketika adanya batu yang tergilas oleh ban truk besar dan mental ke arah etalase dagangannya, hingga kaca etalase pun retak. Sementara dirinya tidak bisa meminta ganti rugi karena tidak punya bukti. "Untung batu tidak mengenai orang yang tengah makan soto. Kalau sampai kena pasti akan menjadi masalah besar," ucapnya.
Sementara Pardi (30) sopir minibus jurusan Badami - Loji menerangkan, kesulitan dirinya ketika menghadapi truk yang konvoi adalah menyalip karena hal itu amat berbahaya. Bisa saja dari arah depan tiba-tiba muncul kendaraan lain. "Saya menyayangkan mereka konvoi bukan dua mobil saja, bahkan sampai lima atau enam mobil. Hal itu justru bisa menyebabkan kendaraan yang dibelakangnya akan celaka begitu menyalip," tandasnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template