Komnasham PT PL Pemda Satu Meja - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Komnasham PT PL Pemda Satu Meja

Komnasham PT PL Pemda Satu Meja

Written By Mang Raka on Selasa, 20 September 2016 | 12.00.00

*Jika Pendekatan Sosial Tak Diindahkan Aparat Diminta Kosongkan Lahan

KARAWANG, RAKA - Sengketa lahan di Kecamatan Telukjambe Barat antara petani penggarap dengan PT Pertiwi Lestari (PT PL) sampai pula ke meja Komisi Nasional Hak Azasi Manusia (Komnas HAM). Namun lembaga ini malah belum bisa menyimpulkan apakah ada pelanggaran hak azasi manusia dalam sengketa tersebut.

”Kami tidak bisa menyimpulkan adanya pelanggaran HAM, kami masih menganalisis data yang sudah ada,” ucap  Wahyu pratama, Bidang Pemantauan dan Penyelidikan Komnasham, Senin (19/9), usai melakukan rapat dengan muspida dan PT Pertiwi Lestari. Wahyu mengaku pihaknya menerima laporan dari warga terkait adanya intimidasi yang dilakukan aparat saat proses pemagaran dan dan pengosongan lahan sengketa tersebut.
Sementara itu, Bupati Karawang, Cellica Nurrachadiana mengatakan, pihaknya sudah mengambil langkah konkrit untuk menyelesaikan konflik agrarian ini. Salah satunya dengan memberikan hak kepada masyarakat penggarap dan yang memiliki rumah di lahan itu. “Kami mendorong ke pengusaha agar memberikan tali asih sebagai solusi konflik agrarian itu,” katanya.
Dikatakan, pihaknya juga memberikan haknya kepada pengusaha untuk berusaha di Karawang. Sebab Indonesia merupakan negara hukum, tapi pihaknya juga memperhatikan aspek sosial. “Saya tidak memiliki kepentingan kepada siapapun, maka saya mencari solusi yang terbaik. Tapi jika itu masih disangka maka saya harus bagaimana,” kata Cellica sembari bertanya pada pihak Komnas HAM.
Ditempat yang sama, Asda 1 Pemkab Karawang, Samsuri mengaku sudah bosan mengawal mediasi antara PT PL dengan warga. Sebab sudah hampir satu tahun yang lalu konflik ini terjadi, bahkan warga sempat mengancam untuk menginap di kantor Pemkab. “Kami juga mendapat info jika ada oknum warga yang menjual petak tanah seharga Rp 400 ribu dan ada penguasaan tanah,” katanya.
Humas PT Pertiwi Lestari, Agus Rijanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan pendataan warga pemukim dan penggarap dilahan PT PL. Hasilnya sebanyak 317 pemukim dan 131 orang, sebagian sudah menerima dana tali asih untuk pengosongan lahan. “Sebanyak 175 pemukim menerima dana tali asih dan 56 penggarap menerima tali asih. Sedangkan yang menolak sebanyak 142 pemukim dan 75 penggarap,” katanya.
Ia menambahkan, sebenarnya pihaknya tidak perlu memberikan tali asih ini kepada warga sebab itu merupakan tanah milik PT PL yang dibuktikan dengan sertifikat HGB. Tapi atas saran dan masukan dari Muspida, pihaknya memenuhi aspek sosial itu dengan memberikan tali asih sebesar Rp 5,7 miliar,” katanya.
Dikatakan juga, jika pendekatan sosial ini masih tidak diindahkan, pihaknya meminta aparat untuk mengosongkan lahan milik PT PL. “Kami sudah mengirim surat ke Pemkab, karena pemukiman disana itu tidak memiliki IMB,” tuturnya. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template