Kisah Orangtua Korban Tenggelam di Laut Cilamaya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kisah Orangtua Korban Tenggelam di Laut Cilamaya

Kisah Orangtua Korban Tenggelam di Laut Cilamaya

Written By ayah satria on Selasa, 20 September 2016 | 13.23.00

Sempat Mengangkat Badan Anak, Kehabisan Napas, Pingsan di Dasar Laut

CILAMAYA KULON, RAKA - Ayah mana yang kuasa menahan duka saat gagal menolong anaknya di tengah laut, kemudian hilang. Badri (62) ayah dari Rivaldi, terus istigfar saat mengingat kejadian yang disaksikannya langsung di tengah laut, Minggu (18/9).
Ia menceritakan, awalnya mengantar rombongan teman-teman anaknya berlibur ke Pulokarang. Setibanya di lokasi, anak-anak berusia belasan tahun itu langsung meluapkan kegembiraan, dengan menceburkan diri ke laut. Nahas bagi Melly, dia hanyut terseret arus laut. Begitu juga anaknya, Rivaldi yang hendak menolong Melly justru ikut tenggelam. Menyaksikan anaknya di ujung maut, tidak berpikir panjang akhirnya Badri menceburkan diri ke laut. "Saya nyebur berenang mau menolong anak saya dan teman perempuannya Melly. Tapi gagal," ungkap Badri kepada Radar Karawang, Senin (19/9) kemarin.
Ia melanjutkan, sebelumnya sudah memperingatkan mereka agar jangan terpisah dari rombongan dan menghindari titik tertentu. Namun dihiraukan, sampai akhirnya kejadian yang tidak akan dilupakannya seumur hidup itu terjadi. Tapi, yang sangat disesalinya adalah saat Badri berhasil memegang badan Rivaldi dan Melly di dasar laut, ia justru pingsan. Padahal, ayah dari empat orang anak ini sudah berusaha sekemampuannya, agar bisa mengangkat mereka ke permukaan. Namun takdir berkata lain. Hingga kini anaknya masih hilang. Sedangkan Melly ditemukan tewas. "Karena kelelahan, saya sudah pingsan di dasar laut. Entah kalau gak ada yang menarik saya, nyawa saya juga hilang," tuturnya.
Saat ini, Badri berharap Tim SAR bisa segera menemukan anaknya yang entah dimana. "Keluarga masih menanti. Dia anak bungsu yang cerdas," ujarnya.
Kades Sukajaya Abdul Gofur Astra mengatakan, selain dua korban, sejumlah anak-anak lainnya ada yang sampai syok dan trauma. Satu diantaranya adalah teman dekat perempuan Rivaldi bernama Falah Binti Udin, asal Cilempung, Desa Pasirjaya. Dia masih pingsan dan belum sadarkan diri di Klinik Kencana Cilamaya Wetan. "Mereka sudah diperingatkan untuk tidak melewati batas-batas tertentu," ujarnya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template