Ketahuan Merokok, Puluhan Pelajar Kocar- kacir - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ketahuan Merokok, Puluhan Pelajar Kocar- kacir

Ketahuan Merokok, Puluhan Pelajar Kocar- kacir

Written By Mang Raka on Sabtu, 17 September 2016 | 14.30.00

PURWAKARTA, RAKA - Puluhan pelajar SMPN I Babakan Cikao lari kocar - kacir setelah Bupati Purwakarta Dedi mendapati mereka sedang merokok di salah satu warung kopi yang terletak di Jalan Kopi Ciwareng Purwakarta, Jum’at (16/9). Dedi yang mendapati pelajar ini, sontak kaget melihat kedatangan bupati, kemudian mereka langsung lari bahkan sebagian diantara mereka ada yang bersembunyi di rumah warga.
Salah seorang pelajar NS (13) yang bersembunyi di rumah warga, tetapi berhasil ditangkap oleh Dedi, langsung digelandang ke kantor kepala SMPN I Babakan Cikao. Sambil memegang erat tangan NS, Dedi bertanya dengan siapa saja tadi dia nongkrong dan merokok. “Siapa saja tadi? Kamu ikutan merokok tadi? Orang tuamu kerja apa?," tanya Dedi.
NS yang awalnya enggan menjawab pertanyaan, akhirnya mengakui bahwa dirinya merokok setelah dilakukan berbagai pendekatan oleh Bupati Dedi. Bahkan, bukan hanya merokok, siswa kelas VIII tersebut mengaku tengah merencanakan aksi tawuran dengan siswa SMP lain yang biasanya lewat ke tempat dia nongkrong bersama kawan-kawannya. “Iya ngongkrong sambil merokok pak, tadi pagi ikut kabur dari sekolah bersama teman-teman. Malah rencananya mau tawuran," ungkap NS sambil tertunduk.
Jawaban NS ditindaklanjuti oleh bupati dengan memanggil tim kesehatan dari Dinas Kesehatan Purwakarta untuk segera memeriksa seluruh siswa di SMP I Babakan Cikao. Apabila didapati siswa perokok, maka sanksi berupa surat peringatan I sampai penundaan kenaikan kelas akan diberikan oleh Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga.
“Seluruh siswa akan diperiksa bukan hanya NS. Sanksinya sesuai dengan surat edaran kami, kalau masih bandel juga ya tidak bisa naik kelas," tegas Dedi.
Pihak SMPN I Babakan Cikao mengkonfirmasi, bahwa ini bukan kali pertama NS melakukan kesalahan. Orangtua NS pun sudah sering dipanggil oleh pihak sekolah karena kesalahan NS. Terakhir orang tua NS dipanggil karena NS kedapatan membawa gir motor di dalam tasnya. “Kamu harus kasihan orang tua, pagi sampai malam menjadi supir cari uang buat kamu. Lebih baik bantu ibu di rumah daripada nongkrong tidak jelas. Kamu harus memperbaiki diri," kata Dedi menasehati NS.
Akibat peristiwa ini, Bupati Dedi kemudian menginisiasi kelas khusus yang diperuntukan bagi para pelajar nakal dengan tujuan perubahan sikap dari karakter buruk menjadi baik. (awk)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Iraha orang karawang boga bupati kos pak.dedi ... cig geura muncul pahlawan karawang beh keren aya kamajuan

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template