KARNAVAL HUT KARAWANG KE-383 - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » KARNAVAL HUT KARAWANG KE-383

KARNAVAL HUT KARAWANG KE-383

Written By ayah satria on Kamis, 15 September 2016 | 13.58.00

Cellica Tembak Balon, Jimmy Naik Kuda

KARAWANG, RAKA - Peluh keringat bercucuran di wajah Sekretaris Kecamatan Kutawaluya Agus Sanusi, yang sedari pagi rela menunggu iring-iringan karnaval HUT Karawang ke-383, di Jalan Tuparev, Rabu (14/9) kemarin.
Panas, pengap, pegal, sudah tidak dihiraukannya. Terlebih dalam iring-iringan itu ada kreasi yang dibuat oleh instansinya. Mobil yang digambari sebuah tanda tugu dan pesawahan. "Huh...sudah ramai dari pagi tadi. Cuma banyak juga rangkaian kegiatannya. Kalau tadi ada rombongan instansi pemerintah yang naik becak bersama menuju finis di Alun-alun," ungkapnya.
Hal serupa juga dirasakan Rosanah, warga Kutawaluya. Bersama sanak saudara dan tetangga, ia rela panas-panasan melihat pawai HUT Karawang. "Tadi naik mobil Dora dari Kutawaluya. Penasaran ingin tahu, ternyata ramai," tuturnya.
Namun, ada juga warga Karawang yang tidak tahu hajat tahunan ini. "Ini banyak jalan diblokir ada apa? Saya mau ke Rumah Sakit Bayukarta lewat mana ya," tanya pengendara motor, Suherman.
Berdasarkan pantauan Radar Karawang, sejak siang warga Karawang yang didominasi ibu rumah tangga, remaja putri dan anak-anak sudah memadati ruas Jalan Tuparev. Maklum, demi terselenggaranya kegiatan tersebut, aparat kepolisian langsung melakukan rekayasa lalulintas dengan mengalihkan seluruh kendaraan baik roda dua dan empat, yang akan melintasi Jalan Ahmad Yani-Tuparev hingga Alun-alun. Sebelum acara kirab budaya dibuka Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, warga Karawang disuguhkan dengan tontotan yang tidak biasa. Anggota polwan yang biasanya melayani masyarakat yang berkaitan tugas-tugas kepolisian, ternyata bisa juga menghibur masyarakat. Rampak gendang yang dimainkan lima anggota polwan berkolaborasi dengan anggota ibu Bhayangkara, mampu menghibur masyarakat. Bukan hanya memukul gendang, anggota polwan ternyata pandai menari sembari mengikuti irama musik jaipong.
Kemudian, setelah memasuki acara, masyarakat juga berkesempatan menyaksikan seni budaya masyarakat Indonesia terutama budaya dari Provinsi Kepulauan Riau, Bengkulu, Papua, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Selatan dan DKI Jakarta. Cellica sendiri sempat menikmati salah satu peralatan perang, dengan memecahkan balon menggunakan sumpit. Sedangkan Wakil Bupati Ahmad Zamakhsyari dan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Karawang Okih Hermawan, mendapat kesempatan menari di atas kuda yang disiapkan kontingen asal Sumedang. Selain itu, budaya nusantara seperti Minangkabau (Sumatera Barat), Batak yang terdiri dari Batak Toba, Simalungun, Mandailing, Karo dan Pakpak (Sumatera utara), Pakumas, barongsay, termasuk kendaraan hias semakin menambah semarak HUT Karawang.
Okih mengatakan, kegiatan hajat budaya rakyat tatar Karawang untuk melestarikan budaya tradisional, dan mengenalkan budaya dari daerah lain seperti beberapa provinsi yang jadi peserta. "Selain itu kami juga menyediakan hiburan rakyat di 30 kecamatan, dan tiga kegiatan hiburan yaitu di GOR, Karangpawitan, dan Galuh Mas," katanya.
Ia melanjutkan, kegiatan ini juga diikuti oleh kontingen dari kabupaten/kota khususnya Karawang, Purwakarta, Sumedang, Ciamis, Garut, Purwakarta, Subang, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Kegiatan ini juga diikuti oleh berbagai komunitas dan seluruh dinas yang ada di Karawang. "Kita memberikan kesempatan pada komunitas dan dinas, untuk mempromosikan kegiatan komunitas dan program dari dinas itu sendiri," katanya.
Dijelaskan, rangkaian kegiatan hari jadi Karawang juga akan digelar di Pakisjaya berupa nadran atau pesta laut, yang akan diselenggarakan pada hari Jumat (16/9) dan Sabtu (17/9). "Kami berharap kegiatan ini bisa terus dijalankan setiap tahunnya, dan semakin banyak peserta yang ikut dalam kegiatan hajat budaya rakyat tatar Karawang," tuturnya.
Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari mengatakan perayaan HUT Karawang biasa saja. "Iya memang tidak dirasakan semua masyarakat, bahkan gemanya tidak merakyat," kata Jimmy sapaan akrabnya.
Meski begitu, Jimmy berjanji perayaan HUT Karawang tahun depan akan lebih meriah. "Saya tahun 2015 kan belum jadi pejabat. Tapi Insya Allah tahun 2017 akan berbeda dalam perayaan HUT Karawang. Saya juga tadi sudah berbisik sama ibu bupati terkait HUT Karawang kedepan," terang Jimmy.
Sementara itu, berdasarkan keterangan dari bagian Kabag Kesra, biaya HUT Karawang menghabiskan Rp 600 juta, yang disebar ke setiap OPD. Yang terbesar adalah Disbudpar dan perayaan sidang paripurna HUT Karawang. (ops/yna/dri)
Berbagi Artikel :

3 komentar:

  1. Dari gerbang pintu masuk ke purwakaarta udah ada baliho, lentera, dll ngasih tahu kota purwakarta mau ulang tahun... ini mah dari cikampek gw lihat sampah pinggir jalan, debu berterbangan, pas nyampe ramayana,,, macet... gw kirain apa... oh kota gw ulang tahun... baru tahu gw sumpah... ga ada modalnya gitu buat bikin baliho atau lentera... atau buat bersihin jalan ke kota? Uang pajak dari daerah, buat daerah nya di pake apa jalan aja masih jelek, kecamatan aja temboknya beda-beda, apa lagi balai desa... apa lagi jalan gang yang cuman bisa masuk motor...

    Semoga kritikkan saya bisa membuat para pekerja di pemerintahan karawang merasa termotivasi dan membuktikan dengan semangat kerja positif bahwa karawang pun bisa lebih dari kota sebelah... tahun depan. Saya tunggu bukti nyata nya.

    BalasHapus
  2. miris melihat warga karawang asli hanya menjadi penonton dan terpinggirkan ditengah pembangunan kota karawang
    dirgahayu kota karawang

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template