Kades Kumpulkan Ketua RT dan RW - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Kades Kumpulkan Ketua RT dan RW

Kades Kumpulkan Ketua RT dan RW

Written By Mang Raka on Senin, 05 September 2016 | 15.00.00

*Wajib Tertib Administrasi Kependudukan Ditegaskan Kembali

KLARI, RAKA - Kasus pemalsuan tanda tangan dalam proses pembuatan kartu pengenal kependudukan di Desa Duren ternyata masih tinggi. Hal itu memaksa pemerintah desa itu menggelar kegiatan tertib administrasi, sebagai antisipasi agar kasus serupa tidak terjadi lagi di desa itu.

Pernyataan itu yang mengemuka, saat berlangsung kegiatan tersebut di Aula Desa Duren. Keseluruhan Ketua Rukun Tetangga (RT) dan Rukun Warga (RW) di wilayah dikumpulkan. Struktur terkecil pemerintah desa itu diingatkan agar responsif terhadap warga yang tinggal di wilayah masing-masing, selain melakukan pendataan secara ketat.
Terkait itu, Kaur Trantib Desa Duren, Arief Maulana mengatakan, sudah hampir beberapa kali ditemukannya pemalsuan data beberapa hari terakhir. Belum lama ini ditemukan pemalsuan data administrasi kependudukan terhadap mantan napi terorisme yakni Deni Suhendra, yang baru keluar dari Lapas Nusakambangan. "Saya tidak mau ada pemalsuan data atau tandatangan kepala desa palsu lagi di desa ini. Karena ini sudah kesekian kalinya di desa duren. Makanya kami kumpulkan seluruh RT dan RW agar mereka tertib administrasi semuanya," ujarnya kepada Radar Karawang, Minggu (4/9).
Arief mengatakan tanda tangan yang dipalsukan itu adalah tanda tangan kepala desa Duren. Sementara kehadiran Deni Suhendra kembali ke desa itu setelah pembebasannya dari LP Nusakambangan saat ini menimbulkan gejolak dilingkungan masyarakat. Pemalsuan itu sendiri terjadi dalam proses pengurusan kartu tanda penduduk Deni Suhendra yang menyertai tanda tangan palsu Kades Duren.
Untuk itu Arief kembali mengingatkan agar warga lebih berhati-hati dengan melihat perbedaan dokumen palsu dan yang asli. Seperti dari tanda tangan kepala desa duren dan stempel desa. Untuk dokumen asli terdapat tanda tangan kepala desa menggunakan tinta yang berbeda dengan tinta yang biasa digunakan. Untuk stempel juga dengan huruf yang berbeda signifikan. "Kami tidak mau menuding siapa pun pelakunya, yang sudah terjadi biarlah terjadi. Mudah-mudahan dengan diadakan tertib administrasi seluruh RT dan RW dapat meminimalisir adanya pemalsuan yang terjadi, dan bisa bekerjasama dengan pihak desa untuk memberantas oknum yang tidak bertanggung jawab tersebut," paparnya.
Disamping itu, Kepala Desa Duren, Abdul Halim sebelumnya, mengungkapkan, merasa kaget setelah mendapat laporan dari bawahannya adanya pemalsuan tandatangan dirinya, stempel desa dan kop surat. Dirinya sebagai kades menghimbau kepada warga Desa Duren, kalau mau membuat SKU, Domisili, Kartu Keluarga, KTP dan identitas lainnya harus langsung ke kantor desa tanpa harus melalui calo. Pasalnya, kejadian ini sudah berulang kali terjadi di desa duren, terlebih lagi yang terbaru adanya pemalsuan data oleh salah satu mantan napi terorisme tanpa mengikuti prosedur yang sesuai standar operasional yang berlaku.
"Saya tahu siapa oknum yang bertanggung jawab semua ini, tapi saya tidak mau mempermasalahkannya. Makanya kami menghimbau kepada warga yang ingin mengurus KK, KTP maupun identitas lainnya langsung ke kantor desa, tanpa melalui calo dijamin gratis. Dan seluruh RT dan RW wajib tertib administrasi agar tidak terulang kembali kejadian serupa," pungkasnya. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template