Jembatan Cikelak Rawan Ambruk - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jembatan Cikelak Rawan Ambruk

Jembatan Cikelak Rawan Ambruk

Written By Mang Raka on Kamis, 22 September 2016 | 13.30.00

*Tiang Penyangga Jembatan Sudah Rapuh

TEGALWARU, RAKA - Jembatan Cikumpeni di Kampung Cikelak, Desa Cintalanggeng mesti secepatnya diperbaiki. Saat ini jembatan penghubung tiga desa itu sudah rapuh, sementara kendaraan yang melintas diatasnya rata-rata truk bertonase besar. Dikhawatirkan jembatan tidak mampu lagi menahan beban hingga akhirnya ambruk.

Berdasarkan pantauan RAKA, Rabu (21/9) kondisi badan jembatan dipinggiran tembok sudah mulai telihat retak-retak dengan panjang sekitar 5 meter dan lebar 2 meter. Ketinggian jembatan mencapai 2 meter dibawah Sungai Cikumpeni yang merupakan perbatasan antara Desa Cintalanggeng dan Desa Kutalanggeng. Truk sarat batu dan pasir terlihat lalulalang dijembatan tersebut. Sementara jembatan hanya di topang dak tembok yang tidak terlalu kokoh.
Ramsid (30) warga Kampung Palasari, mengatakan rata-rata jembatan yang ada di Cintalanggeng dan desa-desa tetangga rata-rata jembatan tua, termasuk yang ada di Kampung Cikelak. Sejak dibangun hingga saat ini jembatan-jembatan itu sama sekali belum pernah direnovasi. Padahal intensitas penggunaaan jembatan termasu padat. "Jangan kan ada renovasi jembatan jalan yang kami miliki saja sudah pada rusak. Jembatan yang dipergunakan aktif oleh sebanyak tiga desa bisa terbayang kalau saja jembatan yang ada putus atau roboh tiga desa pasti terisolir," ucapnya.
Hal senada pun dipaparkan Jamil (44) warga setempat, dirinya membenarkan aktivitas kendaraan pengangkut material batu dan pasir menjadi salah satu penyebab jembatan  cepat rusak. Selama ini belum ada teguran ataupun tindakan agar pemerintah tidak terlalu merugi dengan kerusakan - kerusakan tersebut. "Belum ada tindakan sama sekali dari pemerintah daerah. Padahal kendaraan - kendaraan tersebut rata-rata diatas tonase," tandasnya.
Sementara, lanjut Jamil, pihaknya hanya mendapatkan imbas dari kegiatan tersebut. Sedang dinas perhubungan di wilayah selatan yang ada hanya melakukan pengambilan TPR saja atau uang retribusi tapi tidak sampai ke daerah yang diharapkan. "Seharusnya pemerintah mengadakan peninjauan ke wilayah kami," harapnya.
Di tempat berbeda Yusuf Wijaya (35) membenarkan jembatan yang menjadi akses utama ke tiga warga kurang diperhatikan keamanannya. Dirinya berharap renovasi dengan lebar yang sama dilakukan. Sementara karena aktivitas warga bukan saja ke wilayah Karawang tapi ada pula yang ke Purwakarta maka aktivitas cukup aktif intensitasnya. "Kini warga Kabupaten Karawang sering menggunakan jalan tersebut untuk bepergian ke Kabupaten Purwakarta karena jarak nya yang lebih dekat. Dan juga sekarang jembatan yang ada cukup sempit maka aktivitas pembangunan cukup terbatas. "Harapan saya pemerintah kan sudah tahu wilayah disini maka wajar jika warga berharap bisa dibangun jembatan baru atau minimal direnovasi," tuturnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template