Jangan Pertaruhkan Nyawa Pengendara - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jangan Pertaruhkan Nyawa Pengendara

Jangan Pertaruhkan Nyawa Pengendara

Written By Mang Raka on Rabu, 07 September 2016 | 16.00.00

*Perlintasan Kereta Api Berbahaya di Jalan Tuparev

KARAWANG,RAKA - Truk adalah pembunuh paling kejam di jalan raya, jika dilintasan kereta api sudah pasti kereta api pembunuhnya. Banyak hal jadi pemicu terbunuhnya penyeberang lintasan. Selain penyeberang yang tidak disiplin infrastruktur lintasan pun besar peranannya sebagai media pembunuh.

Hal yang patut mendapat perhatian sekarang, mumpung belum ada yang terbunuh, PT Kereta Api Indonesia (KAI) idealnya memperbaiki lintasan-lintasan pintu kereta apinya yang rusak. Seperti terjadi di perlintasan kereta api di Jalan Tuparev. PT KAI hanya menabur batu split untuk menutupi bagian badan jalan berkeroak. Padahal keroakannya lumayan dalam.
Niatnya memang baik supaya jalan tidak ada keroakannya, tetapi yang terjadi justru membahayakan pengendara. Sebab, selain licin taburan batu split itu justru membuat badan jalan dan rel jadi semakin renggang dan dalam. Kondisi seperti ini yang menjadi keluhan pengguna jalan perlintasan kereta api di Jalan Tuparev.
Seperti diakui Enom, ibu rumah tangga yang siang kemarin melintasi perlintasan pintu kereta api Tuparev. Dia nyaris jadi korban kereta api. Motor Yamaha Mio yang dikendarainya mogok ditengah perlintasan. Apesnya rel kereta api terlalu tinggi sehingga setiap kali dia mendorong motornya bannya selalu terpeleset, karena tak mampu melintasi tingginya cela rel.
Herannya, padahal Enom sendiri sudah turun dari motor dan berusaha mendorong agar bisa melewati batang rel, tetapi tetap saja terpeleset. Beruntung pengendara dibelakangnya turun tangan dan membantunya mendorong motor hingga berhasil menyeberangi batang rel. "Saya sempat mau jatuh, untung ketahan. Tapi terpaksa saya harus meminta bantuan pengendara di belakang untuk mendorong karena motor saya berat didorong kalau sendiri dengan kondisi jalan kaya gini (banyak kerikil batu)," ungkapnya saat diminta tanggapan Radar Karawang yang kebetulan lewat jalan tersebut.
Enom merasa bersyukur berhasil menyeberang. Padahal sebelumnya dia sudah ketakutan. Usai itu, Enom berharap jalan di perlintasan kereta api Tuparev itu diperbaiki, sehingga menimbulkan kecelakaan. "Jalan seperti ini harusnya menjadi perhatian. Bukan apa ini perlintasan kereta api, masa nyawa pengendara jalan harus dipertaruhkan," tandasnya.
Sementara Herman, pengendara motor yang lain, mengakui kalau kondisi jalan seperti ini sangat membahayakan dan rentan menimbulkan korban. Bahkan dikatakan Herman, kalau bicara soal kecelakaan sudah banyak yang celaka ketika melintasi pintu kereta api itu. "Untuk yang jatuh sering ada, barusan saja saya ikut mendorong karena melihat ibu-ibu akan jatuh saat melintasi jalan ini," ucapnya.
Herman berharap kepada PT KAI agar segera merapihkan jalan perlintasan itu. Karena tidak mustahil akan ada korban akibat jalan rusak ini jika dibiarkan terlalu lama. "Kita berharap pemerintah cepat tanggap,karena ini merupakan kondisi darurat dan penting. Mengingat setiap hari pengendara motor melewati perlintasan ini. Jangan sampai ada korban terutama jika dalam kondisi malam hari," pintanya.(dri)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template