Jalupang Biang Masalah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Jalupang Biang Masalah

Jalupang Biang Masalah

Written By Mang Raka on Jumat, 30 September 2016 | 12.00.00

-Limbah Sampah Racuni Warga, Cemari Sawah

KOTABARU, RAKA - Kondisi tempat pembuangan akhir (TPA) Jalupang sangat memprihatinkan. Selain sampah semakin menggunung, tidak adanya kompensasi bagi warga setempat, juga berdampak buruk terhadap hasil pertanian di sekitar lokasi tersebut.
Petugas keamanan TPA Jalupang, Uci Sanusi (53) mengatakan, dalam sehari sedikitnya 3 ribu kubik sampah dibuang ke Jalupang. Kondisi ini semakin parah, karena alat daur ulang sampah tidak difungsikan. Bukan hanya itu, petugas Dinas Cipta Karya juga dalam dua bulan terakhir tidak pernah datang ke Jalupang. "Mesin daur ulang sampahnya bahkan tertimbun sampah," ujarnya kepada Radar Karawang, Kamis (29/9) kemarin.
Ia berharap pengolahan sampah yang menghasilkan pupuk kembali berlanjut. Karena bisa mempekerjakan sedikitnya 10 orang. Sedangkan orang yang menggantungkan hidupnya di Jalupang, seperti pemulung, buruh tani hingga sopir truk mencapai 200 orang. "Mereka Berasal dari Wancimekar, Sengon dan Jalupang," ujar Uci yang diketahui warga Kampung Karajan RT 01/RW 01, Desa Wancimekar.
Kades Wancimekar Alih Miharja mengatakan, sejak Jalupang difungsikan sebagai tempat pembuangan sampah, tidak ada sedikit pun kompensasi diterima oleh warga. Padahal, setiap hari warga dipaksa menghirup bau sampah. "Nanti akan melayangkan surat ke dinas terkait, agar masyarakat tidak merasa dirugikan. Tapi sebelumnya kita bicarakan dulu dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD)," ujarnya.
Untuk sementara, Alih meminta agar TPA Jalupang dibenteng. Karena selama ini sampah yang menggunung mencemari pertanian di sekitarnya. "Sebagian memang sudah ditembok, tapi daerah barat masih terbuka," tuturnya.
Salah satu mantan petani di Desa Pangulah Baru, Suhaya (78) mengatakan, akibat tidak dikelola dengan baik, limbah sampah di Jalupang membuat hasil pertanian jelek. Akibatnya banyak petani yang menjual sawah. "Para petani kecewa," ujarnya. (mg2/psn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template