Jalan Utama Diportal Warga Pasrah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jalan Utama Diportal Warga Pasrah

Jalan Utama Diportal Warga Pasrah

Written By Mang Raka on Jumat, 30 September 2016 | 12.00.00

KARAWANG, RAKA - Koordinator Petani Telukjambe Barat, Dadi Mulyadi mendesak pihak PT Pertiwi Lestari (PL) untuk membongkar portal yang dibangun di jalan utama menuju Kampung Kiara Hayam, Kawasan Hutan Kutatandingan. Pasalnya, penutupan akses jalan tersebut mengakibatkan,  puluhan pelajar SMA, SMP dan SDN yang berasal dari kampung tersebut  tidak bisa sekolah.

Apalagi, kampung tersebut berada di dalam kawasan hutan yang dikelola Perum Perhutani  Badan Kesatuan Pemangku Hutan (BKPH) Telukjambe. "Jarak dari rumah ke sekolah ada sekitar 14 kilometer, semua pelajar tersebut diantar orang tuanya menggunakan sepeda motor. Sehingga, ketika akses jalan ditutup total, maka anak-anak tidak bisa bersekolah karena untuk pergi ke sekolah tidak mungkin ditempuh dengan berjalan kaki," kata Dadi, Kamis (29/9).
Dadi khawatir, penutupan akses jalan tersebut, dapat  memicu kemarahan warga. Oleh karena itu, lanjut Dadi, pihaknya meminta  PT. Pertiwi Lestari untuk segera membuka akses dengan alasan kemanusiaan. "Sejak malam tadi, warga sudah diberi akses keluar masuk melalui portal. Namun, hanya untuk sepeda motor saja," terangnya.
Kegelisahan para orang tua yang anaknya tidak bersekolah kerena akses jalan ditutup memang hanya sehari saja, yakni pada Tanggal 27 September 2016. Karena, sejak malam tadi hingga hari ini pihak perusahaan sudah mau membuka portal hanya untuk sepeda motor saja, agar anak-anak bisa diantarkan pergi ke sekolah. "Kami sudah melaporkan kondisi ini ke Pemkab Karawang serta Anggota DPR RI.  Sampai saat ini warga yang ada di Kiara Hayam terus mendapatkan tekanan dari pihak perusahaan," pungkasnya.
Menurut Dadi,  penutupan akses masuk dan keluar Kampung Kiara Hayam oleh PT. Pertiwi Lestari merupakan salah satu cara untuk memancing reaksi anarkis rga agar melakukan pengrusakan portal yang saat ini hanya dijaga oleh satpam. Karena, dampak dari penutupan akses itu menyebabkan warga tidak bisa mendapatkan air bersih dan distribusi bahan pangan lainnya. Tapi, sampai saat ini warga terus bertahan dan tidak terpancing untuk anarkis. " Kami khawatir ini merupakan pancingan pihak PT. Pertiwi Lestari agar warga anarkis. Setelah itu kami dikriminalisasi dan persoalan tanah ini (antara warga dan PT. Pertiwi Lestari) akan mudah dikuasai oleh pihak perusahaan," ungkapnya. (ops)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template