Jalan Berlumpur di Cikelak Berbahaya - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Jalan Berlumpur di Cikelak Berbahaya

Jalan Berlumpur di Cikelak Berbahaya

Written By Mang Raka on Selasa, 06 September 2016 | 14.30.00

TEGALWARU,RAKA - Jalan berlumpur bekas Galian tanah telah ditutup di Kampung Cikelak, Desa Cintalanggeng, mendadak jadi berbahaya. Meski belum ada laporan resmi jumlah korban celaka akibat jalanan licin, namun kondisi itu tak pelak menuai keluhan banyak orang.

Dari pantauan RAKA, Senin (5/9), limpasan lumpur dari tanah merah yang tergerus oleh hujan menutupi badan jalan. Bahkan lumpur tebalnya malah mulai terbawa air hingga jatuh dan mengotori sungai pula. Ditambah banyak pengendara khususnya motor merasa khawatir disaat melintas jalan tersebut.
Seperti dituturkan Armen (40) warga Kampung Cisaar, Desa Kutamaneuh, yang setiap hari melintasi jalan itu dengan motornya. Menurut dia, jalan berlumpur akibat hamparan tanah merah cukup licin. Bahkan bisa memicu kecelakaan. Pengendara roda dua khususnya harus ekstra hati-hati ketika melintas. "Kalau yang belum biasa melintas di jalan itu, meleng saja dikit bakal celaka. Selain itu juga motor yang ban nya gundul pasti akan terguling. Disitu cukup licin jalan utamanya apalagi hanya pasir dan batu saja. Lumayan licin dan bikin ngeri," tukas.
Begitu pun yang diucapkan Uca (35) tukang ojek motor disana, tanah merah bekas galian itu memang sering terbawa ke jalan jika hujan. Jalan jadi licin bahkan ada yang pernah terjungkal pengendara motor dari Purwakarta. Bekas galian itu sudah lama tidak lagi beroperasi. Bekas galian itu kontur tanahnya sudah di beko jadi mudah tergerus oleh air hujan. "Sampai sekarang belum ada upaya dari pengelola galian agar tanah tidak tertumpah ke jalan ketika hujan," katanya.
Di tempat berbeda, Mala (29), warga setempat mengungkapkan, galian yang sudah ditutup itu memang tidak beroperasi lagi karena pemerintah setempat tidak memberikan izin. Hanya karena kemarin hujannya deras maka tanah merahnya terbawa oleh deras air. Tapi dirinya melanjutkan, di hari-hari biasa ketika tidak hujan jalanan cukup aman. "Itu hanya saat hujan besar saja tanah merahnya terbawa hingga menutup badan jalan. Kalau panas jalan aman-aman saja tidak ada hal yang dikhawatirkan. Memang yang sudah terjatuh rata-rata pengendara motor dari jauh. Mereka tidak mengenal kondisi jalan yang licin," ungkapnya. (yfn)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template