Harga Daging Ayam di Pasar Cikampek Naik Lagi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Harga Daging Ayam di Pasar Cikampek Naik Lagi

Harga Daging Ayam di Pasar Cikampek Naik Lagi

Written By Mang Raka on Kamis, 01 September 2016 | 12.00.00

CIKAMPEK, RAKA - Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional mulai beranjak naik, padahal hari raya Idul Adha masih satu mingu lebih lagi. Para pedagang sudah mematok harga antara Rp 32.000 hingga Rp 35.000 per kilogram. Lonjakan harga ini tentu saja membuat bingung para konsumen khususnya pengusaha warung makan. Pasalnya kenaikan harga ayam sangat membebani pengeluaran mereka.
Naiknya harga ayam itu diungkapkan oleh salah satu pedagang pasar Pemda Cikampek saat diwawancara RAKA di kiosnya. "Sebenarnya minggu kemarin harganya berangsur turun menjadi Rp 28.000 tapi sekarang jelang hari lebaran haji naik lagi," kata  Rokim (40).
Menurutnya kenaikan harga ayam memang kerap terjadi setiap jelang hari raya Idul Fitri maupun Idul Adha. Kenaikan itu menurut perkiraaannya karena ada permainan dari bandar. "Sekarang harga ayam hidup mencapai Rp 30.000 per ekornya. Padahal, sebelumnya saya membeli ayam potong seharga Rp 24.000 per ekor," ujarnya.
Kondisi harga sekarang ini, diakuinya akan terus merangkak naik hingga mendekati Idul Adha, bahkan tidak menutup kemungkinan harganya bisa menembus Rp 40.000 per kg seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Di kiosnya kini harga daging ayam dipatok Rp 32.000 hingga Rp 35.000 per kilogram. Itu dilakukannya sebagai upaya antisipasi harga yang akan terus merangkak naik. "Kalau saya menjualnya dengan harga yang tidak disesuaikan pasti saya akan rugi nanti saat beli dari pemasok. Tapi pedagang lain telah terlebih dulu menaikkan harga," sambung pria tersebut.
Kenaikan harga ayam juga sudah dilakukan oleh Hasan (37) pedagang di Pasar Jatisari. Menurutnya harga daging ayam dijualnya pada kisaran yang sama dengan di Pasar Cikampek, yakni di atas Rp 30.000 hingga Rp 35.000 per kilogram. Diakuinya kenaikan ini membuat pembeli naik pitam. "Memang banyak pembeli yang merasa kesal dengan kenaikan ini. Tapi mau bagaimana lagi, dan ini memang sudah menjadi kebiasaan setiap jelang hari raya harga-harga selalu naik," ujarnya.
Sementara itu salah seorang pembeli, Lia Nurlia, (32), mengaku kaget mengetahui harga ayam kembali naik. Padahal, beberapa waktu lalu harganya sempat turun meski dinilai masih cukup tinggi.  "Mungkin kalau hanya untuk keperluan rumah tangga, tidak akan terasa dengan kenaikan dua ribu atau tiga ribuan. Tapi kalau bagi yang membuka rumah makan seperti saya, akan terasa sekali kenaikannya," ujar pemilik rumah makan di kawasan Sukaseuri saat ini mengeluhkan harga daging.
Karena itu Lia berharap pemerintah perlu segera bertindak agar kenaikan harga daging ayam ini bisa terkendali. Apalagi hari raya Idul Adha dua minggu kurang lagi. Tentunya kenaikan itu akan terus merangkak. "Yang saya tahu harga ayam itu masih di kisaran Rp 28.000 per ekor. Eh sekarang sudah naik lagi jadi Rp 35.000," katanya.
Lia menambahkan, dirinya tidak mengetahui secara persis alasan naiknya harga daging ayam. Namun diakuinya, kalau kenaikan itu memang kerap terjadi jelang hari raya maupun hari besar lainnya. "Saya sebagai konsumen tentu tidak dapat berbuat banyak dan terpaksa harus membeli meski harga mahal karena memang kebutuhan warung," tutupnya. (fah)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template