DTA Dianaktirikan, Dewan Turun Tangan Lakukan Perbaikan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » DTA Dianaktirikan, Dewan Turun Tangan Lakukan Perbaikan

DTA Dianaktirikan, Dewan Turun Tangan Lakukan Perbaikan

Written By Mang Raka on Selasa, 06 September 2016 | 12.30.00

LEMAHABANG WADAS, RAKA - Bangunan Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA), rata-rata sudah lapuk. Selain jarang disentuh program infrastruktur dari Kementrian Agama, Pemkab juga kurang serius menggarap sarana prasarana DTA yang selama ini konsen mencetak pribadi anak-anak yang berahlakul karimah. Beruntung saja, di tengah derasnya aspirasi Anggota DPRD mengalir ke infrastruktur jalan dan pagar-pagar sekolah formal, DTA juga mendapat tempat penggelontoran rehab dari aspirasi. Seperti yang nampak di DTA Nurul Huda Dusun Leuwimalang Desa Lemahabang.
Komite DTA Nurul Huda, Didin Sakri Chaerudin mengatakan, selama ini bantuan pemerintah lebih dominan ke sekolah-sekolah formal seperti SD maupun infrastruktur jalan. Namun bangunan DTA yang dulunya dibangun swadaya jarang dilirik. Dia pernah mengajukan rehab madrasah dan berhasil dikabulkan tahun ini. Sejak pertama kali dibangun, DTA ini baru diperbaiki melalui fisik program PNMP di tahun 2005. Saat ini, bangunan yang semakin lapuk ini sudah kembali direhab lewat anggaran Rp 100 juta lewat aspirasi yang diturunkan Anggota DPRD Mulya Syafari.
Senin pagi (5/9), meskipun material rehab belum datang, dihadapan pengawas pembangunan, ia bersama masyarakat gotong royong menurunkan material-material yang sudah lapuk untuk dilakukan perehaban dalam waktu dekat ini. "Perhatian ke DTA inikan minim, punya bangunan saja dulu dibangun PNPM, seolah-olah kalau ada program dinas nanti tumpang tindih dari Kemenag, ya lewat aspirasi ini alhmdulilah bisa dikabul," jelas dia.
Lebih jauh ia berharap, aspirasi seharusnya bisa melirik sejumlah lembaga pendidikan agama agar lebih maju. Karena, tumpang tindihnya bantuan sarana prasarana DTA saja cukup dirasakan stakeholdernya. Dinas/Pemkab sebut Didin, khawatir jika dibantu nanti bisa tumpang dengan program Kemenag. Sementara Kemenag sendiri jarang ada bantuan sarana infrastrukturnya. Makanya, DTA Nurul Huda sangat mengapresiasi adanya bantuan aspirasi ini terhadap DTA. Meskipun direhab, program Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tetap akan berjalan normal, meskipun dilangsungkan di rumah Kepala DTA. "KBM tetap jalan, walau dialihkan sementara ke rumah guru-guru setempat," tandasnya.
Alumni DTA Nurul Huda, Mardi mengapresiasi bantuan dewan atas madrasah. Sejak dirinya mengenyam pendidikan tahun 1990an, bangunan ini lapuk dan baru dibenahi lewat program PNpM tahun 2005. Tidak seperti lembaga formal lainnya, madrasah diakuinya sangat dianaktirikan. "Baru 2 kali direhab, itu pun rata-rata bantuan program dari luar pemerintah daerah sih," katanya. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template