Dishubkominfo Malas - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Dishubkominfo Malas

Dishubkominfo Malas

Written By Mang Raka on Kamis, 08 September 2016 | 13.30.00

*Lampu Merah Dipasang Tanpa Sosialisasi dan Kajian

KLARI, RAKA - Macet sudah pasti terjadi. Itu konsekuensi dari adanya peraturan lalulintas. Namun permasalahannya bukan soal macetnya, tetapi kesiapan petugasnya untuk menjalankan peraturan itu. Harapan difungsikannya lampu merah untuk meminimalkan macet, yang ternyata terjadi sebaliknya, kemacetan bertambah parah. Alhasil, kemarin (7/9) sistem lampu merah itupun kembali dinonaktifkan.

Kasatlantas AKP Rendy Setia Permana, terkait itu, membenarkan sistem lampu merah di pertigaan Kosambi memang sengaja dinonaktifkan karena dianggap belum maksimal. Selain belum ada sosialisasi, pengkajiannya juga belum dilakukan. "Traffic light itu belum tersosialisasi termasuk pengkajian yang lebih mendalam juga belum dilakukan," tegas Kasatlantas, seraya menambahkan yang disampaikannya merupakan informasi dari Dishubkominfo.
Kendati demikian, hal-hal yang perlu dilakukan kajian secara mendalam, dikatakan Kasatlantas, khususnya mengenai waktu dari masing-masing tanda atau sinyal atau warna lampu tersebut. Dan itu harus dilakukan sebagai bagian sosialisasi dan kajian lalulintas menyusul difungsikannya rambu-rambu lalulintas.
Memang, mestinya, dalam rentang waktu hampir dua bulan sejak dipasangnya tiang lampu merah di pertigaan Kosambi (sebelum difungsikan) harusnya cukup bagi Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) melakukan sosialisasi dan pengkajian lalulintasnya. Sehingga kemacetan parah setelah difungsikan lampu merah Kosambi bisa diantisipasi.
Pantauan RAKA, setelah difungsikannya lampu merah tersbut, terjadi kemacetan panjang disepanjang jalan Bunderan Pancawati hingga pertigaan Jalan Cagak, Pasar Kosambi.
“Ada tidak adanya lampu merah, sama saja macet. Malah ini parah sekali, macetnya hingga puluhan meter," ucap Endi Nurdiansyah, pengendara motor yang hendak berangkat ke kampusnya di Karawang. Dia terjebakk macet di perlintasan Jalan Raya Kosambi.
Endi menambahkan, harusnya untuk mengatasi kemacetan ini akan lebih efektif jika saja dilakukan perapihan pasar. Terutama menertibkan kendaraan-kendaraan yang parkir liar di depan Pasar Kosambi hingga menyebabkan penyempitan badan jalan. Itu mestinya dilakukan oleh Satpol PP sebagai penegak Perda K-3. “Fungsi lampu merahnya sudah benar hanya saja penegak aturannya belum siap. Terutama mengantisipasi ruas-ruas jalan yang terkena imbas dari pemasangan lampu merah ini," ucap Endi seperti mempertanyakan rekayasa lalulintas apabila mungkin dilakukan.
Hal serupa disampaikan pengendara motor, Trian (20). Buruh Pabrik PT. AHM ini juga terjebak macet di Jalan Raya Kosambi. Dirinya menuturkan, padahal lampu merah sudah diaktifkan. Herannya, kemacetan masih tetap terjadi di perlintasan jalan raya kosambi. “Seharusnya sih, kalau lampu merah sudah aktif, berarti kan ini sudah mampu mengurangi kemacetan. Tapi malah tetap saja macet,”  ungkapnya.
Trian, mengatakan beragam upaya sudah dilakukan termasuk memfungsikan lampu merah tetapi tetap belum menjadi solusi. Padahal, bagi karyawan pabrik seperti dirinya kelancaran lalulintas di perlintasan Klari-Kosambi-Cikampek sangat diharapkan. "Kami yang bekerja di pabrik tidak boleh telat tetapi kondisi di jalan seperti ini, macet,” paparnya.
Sementara Lili, aparatur Desa Duren, Kecamatan Klari, menanggapi persoalan kemacetan di ruas Jalan Kosambi akibat kendaraan yang melintas sudah overload. Maka potensi kemacetan pastinya terjadi. “Lampu merah sudah aktif tapi macet terjadi, ini karena sudah terlalu banyak kendaraan, jadi bukan lantaran letak pasar kosambi yang menjadi sasaran penyebab kemacetannya,” ucapnya. (ian/ops)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template