Desa Cilewo 'Diembargo' - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » Desa Cilewo 'Diembargo'

Desa Cilewo 'Diembargo'

Written By Mang Raka on Jumat, 09 September 2016 | 19.00.00

Hubungan Kades-BPD Runyam, SPJ Dana Desa Telantar

TELAGASARI, RAKA - Kemelut yang melanda Desa Cilewo terus berlarut. Ketidakharmonisan antara pemerintah desa dengan Badan Permusyawaratan Desa (BPD), membuat desa yang berada di Kecamatan Telagasari ini terancam mandek pembangunan infrastrukturnya.
Sejumlah surat pertanggungjawaban (SPJ) alokasi dana desa (ADD) dan dana desa tahun sebelumnya, belum sesempurna yang dibayangkan. Pasalnya, gejolak internal pemerintahan desa ini sulit dipecahkan. Meski organisasi kades, kecamatan hingga BPMPD sudah turun tangan.
Ditemui di ruang kerjanya, Kades Cilewo Komarudin ST, tak menampik dana desa tahun ini tidak bisa cair karena belum membuat SPJ dana desa tahap 2 tahun 2015. Namun, tandasnya, bukan berarti pihaknya berdiam diri. Dia terus berupaya agar persoalan SPJ 2015 ini bisa selesai. Hanya saja, dirinya tidak mampu memasang target kapan bisa diselesaikan. Musababnya, masih terjadi miskomunikasi antara BPD dengan pemerintah desa. "Sejumlah SPJ terbengkalai dan tidak ditandatangani BPD," ungkapnya kepada Radar Karawang, Kamis (8/9) kemarin.
Sebagai kades baru yang minim pengalaman birokrasi, ia berharap persoalan internal bisa diselesaikan dan tidak muncul opini yang kesannya pemerintahan desa tidak bisa apa-apa. "Saya akui sebagai manusia pasti punya salah. Tapi sebagai kades, kesalahan itu jangan dibiarkan saja oleh orang-orang yang mengerti. Karena jujur saya minim pengalaman birokrasi, seolah-olah baru memerintah sudah ditangkis kanan dan kiri," keluhnya.
Agar hubungan kades dengan BPD tidak semakin runyam, Komarudin berharap Pemkab Karawang ikut menyelesaikan kemelut yang melanda Desa Cilewo. Karena, opini yang negatif yang didengarnya sudah sampai ke telinga masyarakat. Padahal, kata Komarudin, urusan kades, pegawai, BPD dan LPM adalah dengan masyarakat, karena sama-sama makan gaji masyarakat. "Saya sudah terima segudang kritikan dan koreksi dari semua pihak, bahkan tak ragu untuk memohon maaf. Tapi kerjasama antarlembaga desa ini harus kompak, dan lebih transparan lagi," ulasnya.
Pria yang akrab disapa Lurah Komeng ini menambahkan, melihat lampu merah ancaman dana desa yang tak bisa dicairkan, dirinya membutuhkan kekompakan pegawai desa dan mitra desa, untuk sama-sama membangun dan saling mengingatkan saat ada dirinya berbuat keliru. "Karena jangankan memimpin masyarakat, jika loyalitas saja sudah tidak dijaga ini sangat beresiko," tuturnya.
Ia berharap tidak ada ketegangan sekecil apapun selama memerintah desa, yang dikenal sebagai gudang sinden. Karena yang merasakan dampaknya, kata Komeng adalah masyarakat. "Pelayanan maupun pembangunan pasti tersendat. Dan cair atau tidaknya dana desa tahun ini, saya siap bertanggungjawab," ujarnya.
Kades pengganti Yayah Rodiah ini meminta agar masyarakat Cilewo tetap tenang. Pemerintahan desa dipandang jelek atau bagus baginya tidak menjadi soal. "Kepada warga, saya mohon keridoannya Desa Cilewo saya pimpin hingga akhir masa jabatan. Betapapun masih minim pengalaman, saya sudah pasrahkan kepada Allah SWT," ungkapnya.
Pendamping Desa Kecamatan Telagasari, Aab Abdul Malik SE mengatakan, mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (Permenkeu) Nomor 49 tahun 2016, tidak ada bahasa atau pengertian bahwa dana desa itu bisa dihentikan ke desa-desa. Tapi istilahnya adalah dikurangi sejumlah besarannya. Dalam aturan tersebut, dijelaskan bahwa pertanggungjawaban itu langsung ditangani oleh pemerintah daerah untuk ditindaklanjuti dalam RAPBN. Selanjutnya sambung Aab, finalnya ada di tangan kordinasi pemerintah daerah dihadapan 3 kementrian.
"Jika ada desa yang tidak menyerap dana desa, tetap desa tersebut akan dievaluasi. Mungkin sanksinya saja adalah besaran alokasinya saja yang dikurangi," ujarnya. (rud)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template