Bus Maut Seruduk CRV, 2 Motor dan 8 Gerobak PKL - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bus Maut Seruduk CRV, 2 Motor dan 8 Gerobak PKL

Bus Maut Seruduk CRV, 2 Motor dan 8 Gerobak PKL

Written By ayah satria on Rabu, 21 September 2016 | 15.04.00

1 Tewas, 3 Luka

KARAWANG, RAKA - Aksi ugal-ugalan pengemudi bus karyawan berujung petaka, Selasa (20/9) kemarin. Tepatnya di Jalan Ahmad Yani, Kampung Sauyunan, Kelurahan Tanjungpura, Kecamatan Karawang Barat, bus sarat penumpang yang dikemudikan Surya Atmaja menghantam dua sepeda motor, satu mobil yang sedang parkir dan delapan gerobak pedagang kaki lima (PKL) sekitar pukul 16.00 WIB. Akibat kecelakaan tersebut, seorang pengendara tewas setelah sempat mendapat perawatan di Rumah Sakit Mandaya Hospital (dulu RS Cito) Karawang.
Identitas korban yang tewas diketahui bernama Puri Purnamasari (26) warga Gang Garuda RT 001/009, Kelurahan Karawang Wetan, Kecamatan Karawang Timur, merupakan karyawan PT Santos (Kopi Kapal Api). Korban luka lainnya yang juga karyawan PT Santos, Nunik Islamiyah (34) warga Kampung Sukaresmi RT 014/005 Desa Anggadita, Kecamatan Klari. Hendra Suhendra (41) warga Sadamalun I RT 01/08, Kelurahan Nagasari, Kecamatan Karawang Barat. Serta Burhan (50) pegadang cilok, warga Dusun Jatirasa Barat RT 01/02, Kelurahan Karangpawitan, Kecamatan Karawang Barat.
Informasi yang berhasil dihimpun Radar Karawang, bus karyawan PO Rukun Jaya bernomor polisi E 7742 YA yang datang dari arah gerbang Tol Karawang Barat, melaju dengan kecepatan tinggi saat melintasi flyover Jalan Ahmad Yani. Saat kondisi jalan sudah menurun, pengemudi berusaha untuk mengurangi laju kendaraan, karena kendaraan di depan terlihat bergerak melambat. Namun daya dorong bus tersebut sulit diantisipasi, hingga akhirnya menyeruduk lapak para PKL, mobil CRV warna silver bernopol B 1437 UJE, berikut dua sepeda motor. Satu motor diketahui Mio warna biru bernopol T 4838 HD, dan satu lagi Honda Beat warna merah tanpa plat nomor karena masih baru. "Bus tersebut baru turun dari jembatan layang Interchange Karawang Barat. Setelah itu, bus tersebut melaju sangat kencang dan langsung menabrak dua sepeda motor, gerobak PKL dan mobil yang terparkir di depannya," ujar seorang saksi mata, Rudi Permana, warga Jatirasa, Kecamatan Karawang Barat.
Setelah menghantam motor, bus tersebut masih melaju hingga akhirnya terhenti setelah menghantam beberapa gerobak PKL. "Gerobak PKL yang tersapu bus diantaranya pedagang es teh, pedagang cilok, pedagang buah, mpek-mpek, pedagang gorengan, buah dingin dan jus buah," ujar Rudi.
Dikatakannya, sepeda motor yang terlindas adalah Mio warna biru bernomor polisi T 4838 HD dan Honda Beat warna merah yang belum berplat nomor, karena masih baru. "Kedua motor dan pengendaranya masuk ke kolong bus. Saat dievakuasi, diketahui pengendara motor itu terdiri dari seorang pria dan satu wanita. Sedangkan pedagang yang tertabrak adalah pedagang cilok bernama Burhani," kata Rudi.
Di tempat yang sama, saksi mata lainnya, Darji mengatakan, saat peristiwa berlangsung dirinya baru saja memasang gerobak mpek-mpeknya di tepi Jalan A. Yani. Tak lama berselang, tiba-tibu muncul bus Rukun Jaya dalam kecepatan tinggi. "Saya memang memulai berjualan pukul empat sore. Ketika sedang beres-beres saya mendengar teriakan histeris dari dalam bus," kata Darji.
Sesaat setelah mendengar teriakan tersebut, Darji kaget dan sempat menoleh ke arah asal suara. "Saya melihat ada bus melaju tanpa terkendali. Saya pun langsung meloncat ke halaman Alfamart untuk menghindari hantaman bus. Saya selamat, tapi dagangan saya hancur," katanya.
Kanitlaka Polres Karawang Iptu Sabar Santoso mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi mutlak karena kelalaian pengemudi, yang berusaha menyalip dari sebelah kiri dengan kecepatan tinggi. Akibatnya pengemudi sulit mengendalikan laju kendaraan dan menabrak motor, gerobak dan mobil. "Awalnya kami menduga bus tersebut seperti itu (rem blong). Ternyata setelah kami operasikan hingga ke Gerbang Tol Karawang Timur, sistem rem berfungsi dengan baik," kata Sabar.
Sopir tersebut kini sudah ditangkap polisi. Surya dijerat dengan pasal 310 ayat 4 UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Ancaman hukuman 6 tahun penjara. (ops)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template