Bursa Kerja, Bukan Bursa PHP - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Bursa Kerja, Bukan Bursa PHP

Bursa Kerja, Bukan Bursa PHP

Written By ayah satria on Kamis, 15 September 2016 | 13.53.00

Ribuan Calon Tenaga Kerja Tumplek di Kantor Disnaker

KARAWANG, RAKA - Alih-alih memasukkan lamaran pekerjaan, ribuan orang yang didominasi anak muda tumplek di kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Karawang, Rabu (14/9) kemarin.
Akibatnya, tak hanya di lingkungan kantor, kerumunan anak-anak muda yang umumnya baru lulus sekolah itu sampai ke bahu jalan. Bahkan, akibat menumpuknya pengunjung, membuat lalulintas di sepanjang Jalan Surotokunto macet.
Salah satu pencari kerja, Khaidar Fhadilah mengaku sudah antre sekitar pukul 07.00 WIB. Namun, hingga pukul 13.00 WIB, lelaki yang mengaku lulus SMK tahun 2012, itu belum mendapatkan kupon masuk pendaftaran. "Daftarnya gak bayar. Cuma harus antre," ungkapnya.
Hal serupa juga disampaikan Septiani. Sarjana Ekonomi Pembangunan ini juga sampai rela duduk menunggu di sebuah lantai kotor, demi mendapatkan pekerjaan. "Pelayanan juga harus diutamakan untuk perbaikan ke depan. Lihat saja masih banyak yang duduk di teras, belum lagi banyak kamar mandi yang jorok," ungkapnya.
Kepala Disnakertrans Karawang HA Suroto mengakui, kemarin memang ada sekitar 30 perusahaan yang melakukan perekrutan pendaftaran di kantornya. "Iya hari ini (kemarin) ada sekitar 30 perusahaan yang sedang melakukan pendaftaran bagi pencari kerja di Disnakertrans Karawang," ungkapnya di sela-sela rapat paripurna Hari Jadi Karawang ke-383, kemarin.
Suroto optimis, hingga Desember 2016, 10 ribu tenaga kerja lokal bisa bekerja di pabrik-pabrik yang ada di Karawang. "Untuk target 10 ribu tenaga kerja hingga Desember 2016, sudah menjadi komitmen," kata dia.
Ditemui di ruang kerjanya, Wakil Bupati Karawang Ahmad Zamakhsyari mengatakan, pihaknya akan segera melakukan penertiban terhadap keberadaan yayasan penyalur kerja yang ada di Karawang. "Kita melihat ada masalah di yayasan penyalur kerja, sehingga harus dirapikan," ungkapnya.
Jimmy juga mensinyalir, ada masalah dalam perekrutan tenaga kerja lokal Karawang di yayasan penyalur kerja. "Saya akan bongkar terkait mafia tenaga kerja, termasuk yang berada di yayasan penyalur kerja. Milik siapapun tidak akan pandang bulu," ancamnya. (yna/dri)
Berbagi Artikel :

1 komentar:

  1. Tolong di awasi saja Pak, banyak titipan dari LSM dan bermain dengan HRD, calon pencari kerja diminta uang agar bisa masuk ke perusahaan, jangan sampai bursa kerja hanya acara formalitas saja, sebenarnya lowongan kerja di perusahaan tersebut sudah terisi. Kasian yang lain, secara tes hasilnya bagus, tetapi karena tidak mampu menyediakan uang, jadi gagal.

    BalasHapus

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template