Belum Ada Pasar Khusus Hasil Bumi - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Belum Ada Pasar Khusus Hasil Bumi

Belum Ada Pasar Khusus Hasil Bumi

Written By Mang Raka on Rabu, 28 September 2016 | 12.30.00

TEGALWARU, RAKA - Hingga kini belum ada pasar khusus untuk bisa dijadikan sentra buah terubuk. Padahal terubuk merupakan nama sayuran yang menjadi ikon Karawang Selatan.

Buah terubuk bisa dikombinasikan dengan berbagai jenis makanan serta jenis sayur mayur yang banyak di sukai oleh banyak orang. Hanya saja pengetahuan perihal buah terubuk itu belum semua orang ketahui dengan jelas hingga banyak yang asing dengan keberadaannya. Di Karawang Selatan buah terubuk biasa dikonsumsi masyarakat. Berbagai teknis cara penyajian pun mereka implementasikan baik dalam penganan ringan maupun dalam sajian sayur dengan kombinasi lain dan penyajian sederhana.
Keberadaannya kurang tersampaikan dengan baik kepada khalayak, padahal produksi petani atas buah itu cukup dinamis. Buah jenis rebung itu cukup banyak penyajian nya. Kini petani berharap adanya pasar yang jelas hingga bisa banyak di kenal oleh khalayak hingga regulasi petani dalam membudidayakan terubuk bisa dilakukan secara terus menerus.
Dijelaskan Saprodi (36), petani terubuk dari Kampung Calincing, hampir 90 persen warga kampung tersebut menanam terubuk. Sekitar 30 hektar areal lahan Tumpangsari Perum Perhutani di tanam Terubuk. Produksi yang besar belum cukup memberi informasi lebih perihal keberadaan buah itu. "Warga berharap adanya pangsa pasar yang mampu menerima buah terubuk agar dikenal di kota atau di pasaran di luar Kecamatan Tegalwaru. Kini hanya dengan coba menyajikan secara langsung kepada pengunjung tempat-tempat wisata yang ada di kecamatan Tegalwaru.Hingga kini hanya di kenal melalui informasi seperti itu," katanya.
Robik (29), penjual buah terubuk pun mengeluhkan pasar diluar Kecamatan Tegalwaru belum semua pedagang mau menjajakan buah asli apidemi Karawang selatab itu. Padahal banyak yang suka ketika dikombinasikan dengan berbagai jenis sayuran yang banyak di hidangkan di wilayah Karawang selatan. "Mereka hanya sebatas mengetahui rasa dan enaknya ketika kami kombinasikan buah itu dengan sayur lodeh misalnya banyak yang pesan. Tapi ketika dikenalkan perihal adanya buah terubuk yang bisa dikonsumsi dengan sederhana mereka merasa asing bahkan nyaris tidak tahu. Makanya perlu diketahui dengan adanya pasar di luar Karawang agar banyak di kenal masyarakat luas," harapnya.
Ditempat terpisah, ule (44), petani Asem Desa Cintalaksana pun menyampaikan hal yang sama bahwa belum ada aksi pembeli dari luar Kecamatan Tegalwaru dengan kuantitas besar karena khawatir tidak laku di pasar di luar Karawang. Sementara hal yang terkecil yang kami tawarkan sementara hanya melalui media pariwisata yang ada di wilayah Karawang selatan. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template