BAB Maut di Tempuran - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » BAB Maut di Tempuran

BAB Maut di Tempuran

Written By Mang Raka on Senin, 05 September 2016 | 14.30.00

-Tenggelam Usai Terpeleset di Jamban Irigasi

TEMPURAN, RAKA - Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Niat hati ingin melepas hajat, namun harus dijemput ajal. Kakek tua berusia sekitar 80 tahun meregang nyawa setelah tenggelam di irigasi Layapan Dusun Bengle Kecamatan Tempuran Minggu pagi (4/9) sekitar pukul 09.00. Kakek ini, tenggelam setelah terpeleset di jamban irigasi (helikopter) sesaat setelah Buang Air Besar (BAB).
Kakek bernama Ki Ciing asal Randu Kecamatan Pedes itu tercebur ke dalam irigasi. Saksi mata yang melintas awalnya mengira sang kakek sengaja menceburkan diri. Namun setelah ditunggu tidak juga muncul ke permukaan, mereka langsung meminta bantuan. Ki Ciing sendiri baru saja berkunjung ke rumah anaknya di Dusun Babakan Tarasi Desa Lemahduhur.
Warga setempat Nani (36) mengatakan kakek ini sedang membawa beras setengah karung dengan sepeda. Kemungkinan kakek tua yang mengenakan jaket hitam dan kaos hijau itu hendak melepas hajat di tengah perjalanan pulang. Kakek ini lantas buang tinja di salah satu jamban di Dusun Bengle Kecamatan Pancakarya. Kemungkinan ketika ia hendak bersuci, ia terpeleset dan langsung terjebur ke irigasi. Kejadian itu sempat dilihat sejumlah anak-anak yang lewat. Awalnya, mereka mengira, si kakek sengaja nyemplung, karena diirigasi ini banyak yang bersih-bersih eceng gondok atau jala ikan. Namun justru si kakek ini lama gak muncul ke permukaan. Curiga atas kejadian itu, anak-anak dan warga mulai berteriak meminta tolong. Si kakek langsung dievakuasi RT setempat ke irigasi dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi. "Kakek ini katanya habis di Bakan Tarasi mengunjungi anaknya. Saat pulang buang tinja dulu langsung nyemplung terpeleset, disangka sengaja, eh ternyata gak timbul lagi," cerita dia.
Lebih jauh Nani menambahkan, identitas kakek itu baru bisa diketahui setelah ada yang mengenalnya. Korban sambung Nani, beralamat di Dusun Randu Kecamatan Pedes dan adiknya orang Cariumulya Kecamatan Telagasari.
Peristiwa ini membuat geger masyarakat setempat yang berhamburan keluar rumah penasaran dengan kejadian tersebut. Aparat kepolisian dan keluarga Ki Ciing langsung membawa jenazah ke rumah duka di Pedes. "Diketahui identitas bukan dari KTP nya, tapi ada orang yang mengenalnya," jelasnya lagi.
Kades Pancakarya Atta Sutisna Jilun mengisahkan bahwa dirinya dilapori anak buahnya mengenai penemuan mayat ini. Tapi ketika itu, ia sedang berada di RS Fikri. Namun ia mendengar dari pegawai desa bahwa ada mayat ngambang di irigasi Bengle. Usut punya usut, mayat tersebut adalah warga Pedes yang hendak pulang. Namun, saat BAB di tengah-tengah perjalanan, si kakek langsung terpeleset saat hendak bersuci. "Iya betul ada mayat di Bengle, itu belum lama ditemukan atau terbawa arus, tapi tenggelam ditempat," aku dia. Hingga berita ini ditulis, belum ada penjelasan apapun dari Polsek Tempuran. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template