Awas, Jalan Badami Loji Rawan Kecelakaan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Awas, Jalan Badami Loji Rawan Kecelakaan

Awas, Jalan Badami Loji Rawan Kecelakaan

Written By Mang Raka on Rabu, 21 September 2016 | 16.00.00

TEGALWARU, RAKA - Sampai saat ini keluhan tidak adanya pembatas jalan di sejumlah ruas berbahaya Jalan Badami Loji masih deras mengalir. Selain berbahaya ruas-ruas jalan berbahaya tersebut rata-rata berada pada posisi tikungan jalan. Kondisi seperti ini bisa mengakibatkan pengendara terlempar keluar jalan bahkan nyemplung ke sungai yang berada persis dibibir jalan.

Seperti yang terlihat di jalan utama Badami Loji, jalur yang melintasi Kampung Bunder, Desa Ciptasari. Pagar pembatas jalan untuk pengaman badan jalan dengan Sungai Cibeet sama sekali tidak ada. Sehingga dikhawatirkan jika pengendara tidak waspada kendaraannya bisa terperosok ke sungai tersebut. Ruas berbahaya tersebut membentang sepanjang 50 meter di jalur utama tersebut.
Sementara jarak antara badan jalan dengan bibir sungai hanya dibatasi oleh bibir beton jalan. "Pengendara bisa terjatuh ke dalam sungai jika tidak hati-hati. Apalagi bila mengendarai kendaraannya terlalu kekiri, itu amat berbahaya," tutur Zaki (24) warga Desa Wargasetra, beberapa waktu lalu. Zaki mengatakan itu untuk pengendara yang datang dari arah Karawang Kota menuju Tegalwaru.
Karenanya Zaki menilai mestinya pemerintah sebagai penyelenggara jalan harusnya peka terhadap kondisi seperti itu. Jangan sampai ada korban dulu baru bereaksi. Terlebih untuk beberapa ruas kondisi jalannya menikung sehingga amat berbahaya untuk pengendara yang belum hapal situasi jalan Badami Loji. Disamping arus lalulintasnya juga termasuk padat dan menjadi perlintasan kendaraan-kendaraan besar.
"Seharusnya jalan yang berada di pinggir sungai mesti dipasang pagar pengaman karena selain landai medan jalannya juga sering dipergunakan kendaraan besar sehingga badan jalan pun sering penuh. Sementara untuk kendaraan kecil terpaksa mempergunakan jalan sisi karena badan jalan sudah termakan oleh kendaraan besar. Keadaan seperti itu yang membahayakan karena bisa saja karena terlalu kepinggir akhirnya kendaraan terperosok ke sungai," terang Zaki.
Keluhan serupa juga diungkapkan sopir truk dan pickup yang setiap hari melintas ruas jalan tersebut. Mereka khawatir bisa saja setiap kecemplung ke Sungai Cibeet jika lengah saja sedikit. Seperti diungkapkan Supriadi (44) pengendara Pickup pengangkut batu kapur. Dirinya  Dirinya pernah terperosok karena jalan terlalu tinggi dan mengakibatkan kerusakan di kaca mobil depannya. "Seharusnya mereka jika melakukan perbaikan jalan dikerok terlebih dahulu supaya jalan menjadi sejajar jangan seperti yang ada terlalu tinggi tanpa memikirkan imbasnya jika pengendara mengalami kecelakaan," paparnya.
Masih terkait itu, keluhan serupa tidak hanya diungkap para pengendara kendaraan yang melintasi jalur utama Badami Loji, tetapi juga warga yang rumahnya berada dipinggir jalan tersebut. Jika para sopir khawatir kendaraannya kecemplung ke Sungai Cibeet, berbeda Kiki (32) warga Kampung Bakan Pedes, Desa Cintaasih ini. Dirinya justsru khawatir truk dan kendaraan lainnya melintas terlalu kepinggir karena tidak adanya pagar pembatas jalan.
Terlebih selain mobil-mobil besar rata-rata kendaraan melintas dengan kecepatan tinggi. Karenanya untuk melakukan pengamanan khawatir kendaraan nyelonong ke rumahnya yang berada persis dibibir jalan, dia pun membuat pembatas jalan dengan meletakkan sejumlah batu besar dipinggir jalan. Hal itu dilakukan menyaksikan semakin banyaknya truk yang melaju ke bahu jalan lantaran menghindari jalan berlubang di tengah. Dia khawatir akan ada truk yang terperosok dan menimpah anak-anak yang sedang bermain.
"Untuk ruas tertentu harusnya dipasang pagar pembatas jalan. Bukan cuma dipinggir sungai tetapi juga di ruas-ruas yang bibir jalannya bersentuhan langsung dengan area pemukiman," tuturnya.
Selain itu Kiki juga mengingatkan para sopir kalau bahu jalan adalah bagian tepi jalan yang dipergunakan sebagai tempat untuk kendaraan yang mengalami kerusakan, berhenti atau digunakan oleh kendaraan darurat seperti ambulan, pemadam kebakaran, polisi yang sedang menuju tempat yang memerlukan bantuan kedaruratan dikala jalan sedang mengalami tingkat macet yang tinggi. Selain itu bahu jalan juga dipergunakan sebagai tempat menghindar dari kecelakaan lalu-lintas terutama pada jalan yang tidak dipisah dengan median jalan, khususnya pada saat ada kendaraan yang menyalib tetapi kemudian dari arah yang berlawanan datang kendaraan, sehingga kendaraan yang datang dari depan bisa menghindar dan masuk bahu jalan. (ari)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template