APBD Perubahan Defisit Rp 536 Miliar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » , » APBD Perubahan Defisit Rp 536 Miliar

APBD Perubahan Defisit Rp 536 Miliar

Written By Mang Raka on Kamis, 08 September 2016 | 18.46.00

KARAWANG, RAKA - Teror penundaan penyaluran Dana Alokasi Umum (DAU) belum usai. Kini Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2016 diproyeksi mengalami penurunan, bahkan angka defisit diproyeksi sebesar Rp 536,591 miliar.
Sementara pendapatan diusulkan turun 3,99 persen dari Rp 3,638 triliun menjadi Rp 3,493 triliun, sedangkan belanja berkurang sebesar Rp 65,2 miliar atau 1,59 persen, dari semula Rp 4,95 triliun menjadi Rp 4,29 triliun.
Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana mengatakan, dalam penyampaian substansi pokok draf perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2016 pada sidang paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Karawang. "Rinciannya Pendapatan Asli Daerah (PAD) bertambah 0,68 persen atau Rp 6,3 miliar dari Rp 943,5 miliar menjadi Rp 949,9 miliar. Akan tetapi retribusi daerah mengalami penurunan sebesar Rp 10,5 miliar," ujar Cellica saat menyampaikan sambutannya dalam rapat paripurna DPRD Karawang, Rabu (7/9).
Selain itu, kata Cellica, dana perimbangan berkurang sebesar Rp 245,9 miliar atau 11,43 persen dari Rp 2,15 triliun menjadi Rp 1,9 triliun. Penurunan tersebut dikarenakan ditetapkannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 125 Tahun 2015 Tentang Penundaan Penyaluran Sebagian Dana Alokasi Umum Tahun 2016 Dalam Rangka Pengendalian Pelaksanaan APBN Tahun Anggaran 2016. "Untuk Karawang rasionalisasi DAU ditetapkan sebesar Rp 226,4 miliar. Sementara Dana Alokasi Khusus (DAK) sebesar Rp 24,6 miliar," tambahnya.
Akan tetapi, kata dia, lain-lain pendapatan yang sah bertambah sebesar Rp 94,4 miliar atau 17,38 persen dari semula Rp 543,3 miliar menjadi Rp 637,8 miliar. Kenaikan tersebut berasal dari bantuan keuangan dari Provinsi Jawa Barat sebesar Rp 71 miliar, dan dana bagi hasil dari provinsi sebesar 23,2 miliar.
Lantaran penundaan DAU tersebut, pemkab akan mengambil kebijakan perubahan belanja. Di antaranya merasionalisasi program atau kegiatan akibat ditetapkannya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 125 Tahun 2016 tentang Penundaan Penyaluran DAU dan melakukan pergeseran antar kegiatan, obyek dan atau rincian obyek belanja masing-masing Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) dan antar SKPD dengan memperhatikan efektifitas dan efisiensi tingkat pencapaian kinerja sasaran.
Berdasarkan hasil perhitungan, tambahnya, APBD Perubahan TA 2016 diproyeksi mengalami defisit sebesar Rp 536,5 miliar. Angka tersebut belum dapat ditutup dengan pembiayaan netto sebesar Rp 452,9 miliar, yang berasal dari Sisa Lebih Pagu Anggaran (SILPA) tahun 2015.  Dengan demikian, nilai sisa lebih pembiayaan sampai dengan berakhirnya APBD TA 2016 masih menyimpan kendala anggaran sebesar minus Rp 83,6 miliar. "Oleh karena itu kami berharap masukan dari legislatif, baik yang menyangkut kebijakan strategis pendapatan dan belanja daerah, maupun upaya mengatasi kendala anggaran," katanya.(dri)

APBD Perubahan
Defisit Rp 536,591 miliar

Pendapatan 
Usulan awal
Rp 3,638 triliun
Proyeksi
Rp 3,493 triliun (turun 3,99 persen)

Belanja daerah
Usulan awal
Rp 4,95 triliun
Proyeksi
Rp 4,29 triliun (turun 1,59 persen)

Dana perimbangan
Dari Rp 2,15 triliun menjadi Rp 1,9 triliun (berkurang 11,43 persen)

Bantuan Provinsi Jabar
Rp 71 miliar
Bagi hasil dari provinsi
Rp 23,2 miliar
 
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template