Aksi Pemancing Mania, Bertaruh Nyawa di Waduk Walahar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Aksi Pemancing Mania, Bertaruh Nyawa di Waduk Walahar

Aksi Pemancing Mania, Bertaruh Nyawa di Waduk Walahar

Written By Mang Raka on Selasa, 20 September 2016 | 17.00.00

KLARI, RAKA – Memancing merupakan kegiatan positif, apalagi bila ikannya banyak. Namun jika mengundang bahaya tentu harus dipikirkan lagi. Jangan hanya lantaran menyalurkan hobi nyawa bisa melayang.

Tetapi tidak seperti itu yang terlihat dari bangian bangunan pemantau ketinggian air. Puluhan pemancing mania Bendungan walahar, di Desa Walahar, Kecamatan Klari, nekat bertaruh nyawa berdiri dibibir pemantau air yang licin sambil memancing. Mereka tanpak santai dan tidak peduli mesti aliran air begitu deras. Padahal bisa saja derasnya arus air kemudian menyeret kaki mereka tergelicir ke dalam waduk yang dalam.
“Biasanya, selepas hujan ikan-ikan di bendungan walahar banyak. Jadi walaupun mesti aliran begitu deras, asal kita hati hati tidak akan berbahaya,” ujar Bambang (40) warga Kecamatan Ciampel, kepada Radar Karawang, di lokasi mancing, Senin (19/9). Dia mengaku aksi mancing nekat itu sudah biasa dilakukannya. Bahkan dari hasil memancing dalam kondisi seperti itu ia bisa membawa pulang ikan yang banyak.
Masih dijelaskan Bambang, memang saat ini, pintu Bendungan Walahar sedang dibuka sehingga membuat arus di bawah bendungan mengalir deras. Akan tetapi, tidak menjadi soal untuk terus melakoni hobi dalam memancing. “Asalkan hati hati kita pasti tidak akan apa apa. Ditambah, sudah sering mancing disini jadi sudah tahu situasi mana yang memang berbahaya dan tidaknya,” cetusnya, seraya mengatakan jenis ikan yang sering dibawanya pulang dari hasil memancing adalah ikan nila.
Dikatakan Bambang, rata-rata pemancing dibawah bendungan melakukan kegiatannya sejak pagi hari. Karena waktu seperti itu ikannya lebih banyak. Biasanya kalau yang biasa melakukan aksi mancing nekat tahu situasi dimana saat-saat ikan nila muncul kepermukaan. “Kebanyakan sih ikan nila, ukurannya sebesar telapak tangan tetap ada juga yang lebih kecil dari itu, “ bebernya.
Sementara, ketika Radar Karawang menyinggung pelarangan memancing di Bendungan Walahar ketika kondisi aliran dibendungan tersebut sedang deras, dirinya menuturkan,  mesti bendungan sudah dilakukan pemagaran, namun ketika ada pemancing bisa saja masuk karena pagar dibuka. “Kalau masalah larangan tidak ada, malah kami parkir motor nya saja, ditempat parkir pengelola bendungan, ada penjaga parkirnya,” katanya.
Hal serupa dituturkan penjaga Bendungan walahar yang enggan disebutkan namanya, ketika Radar Karawang, menyinggung aturan pelarangan bendungan agar tidak ada yang memancing saat debit air sedang mengalami peningkatan. Menurutnya, memang bentuk pelarangan ada, mesti saat ini sedang dibukanya bendungan walahar, akan tetapi, derasnya air tidak menjadikan berbahaya. Karena keadaan aliran air masih terbilang  normal. “Kalau larangan memang suka ada dari petugas disini. Itu dilakukan ketika memang aliran bendungan sedang deras, sampai berombak, tapi untuk sekarang kondisinya masih wajar normal,” ucapnya.
Disinggung korban yang terjatuh ketika memancing, petugas itu mengatakan sejauh ini belum ada korban pemancing yang meninggal, akibat terbawa arus bendungan walahar saat dibuka. (ian)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template