Ajak KB, Petugas Sering Terkendala Izin Suami - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Ajak KB, Petugas Sering Terkendala Izin Suami

Ajak KB, Petugas Sering Terkendala Izin Suami

Written By Mang Raka on Kamis, 29 September 2016 | 12.30.00

CILAMAYA WETAN, RAKA - Pada Rabu pagi, penyuluh Keluarga Berencana (KB) di Kecamatan Cilamaya Kulon dan Cilamaya Wetan mengirim 9 akseptor untuk Metode Operatif Wanita (MOW) atau Tubektomi di Rumah Sakit Islam (RSI). Meskipun ditarget 2 akseptor perpenyuluh setiap tahun, beragam kendala teknis banyak dihadapi para penyuluh dalam mengajak masyarakat menggunakan alat kontrasepsi yang sehat tanpa efek samping.
Dikatakan Penyuluh KB Cilamaya Kulon, Ayip Sumardi, target akseptor MOW pertahun perwilayah ialah 30 orang lebih atau dengan kata lain 2 orang perpenyuluhnya. Target sasaran bagi kaum ibu yang sudah beranak 3 diatas usia 30 tahun ini sulit dicari karena kendala khawatir, atau tidak diizinkan suami. Padahal kontrasepsi dengan MOW ini belum ada efek samping mengingat tanpa hormon, sementara peranakannya diikat.
Rata-rata sebut Ayip, masyarakat lebih banyak memilih alat suntik atau pil untuk alat kontrasepsinya, sehingga dalam penjaringan akseptor baru ini diakuinya sangat sulit. "Sulit walau ditarget 2 orang juga, sebab kendala teknis dan izin suami sering menjadi hambatan akseptor MOW ini," jelas dia.
Kepala BKKBN Kecamatan Cilamaya Kulon-Cilamaya Wetan, Warid menuturkan, pihaknya mengirimkan 9 Akseptor MOW ke RSI Rabu (28/9) ini, dimana 5 orang dari Cilamaya Wetan dan 4 orang dari Cilamaya Kulon. Semua layanan MOW tersedia di RSI kecuali inplan dan IUD saat ini bisa dilayani di Puskesmas masing-masing. Jika MOW sendiri, biaya yang harus dikeluarkan akseptor ini mencapai Rp 8 jutaan, namun, meskipun digratiskan oleh pemerintah karena mayoritas sasaran adalah keluarga Pra sejahtera, penjaringan akseptor baru ini diakuinya cukup sulit.
Padahal MOW ini merupakan salah satu cara kontrasepsi diikuti dengan tindakan pembedahan pada saluran telur wanita yang efek sampingnya belum pernah ada yang mengeluhkan. "Ada 9 yang di MOW, dilayani di RSI dengan gratis, kalau IUD dan Inplan bisa di Puskesmas," tandas dia. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template