25 Ha Sawah Jadi Lahan Contoh Pencegahan Hama - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 25 Ha Sawah Jadi Lahan Contoh Pencegahan Hama

25 Ha Sawah Jadi Lahan Contoh Pencegahan Hama

Written By Mang Raka on Jumat, 30 September 2016 | 14.30.00

TEGALWARU, RAKA - Sekitar 25 hektar lahan pertanian di Kampung Tipar, Desa Kutamaneuh, Kecamatan Tegalwaru, dijadikan pilot project pencegahan hama padi. Sosialisasi yang dilakukan Bidang Organisme Pengganggu Tanaman (BOPT) itu melibatkan sekitar 100 petani dari sejumlah kelompok tani di desa tersebut.

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Distanhutbunnak, H.Lulu Jamaludin, Kamis (29/9) mengatakan, sosialisasi dititikberatkan kepada hal teknis di lapangan yakni bagaimana cara penangkalan hama padi itu berlangsung di areal tanaman padi milik para kelompok tani. Melalui kegiatan tersebut diharapkan bisa disebarkan kembali kepada para petani yang ada di lingkungan desa Kutamaneuh, serta beberapa desa di wilayah Kecamatan Tegalwaru. Acara itu pun berlangsung estafet, bahkan menjadi agenda yang sudah ditetapkan Distanhutbunnak Kecamatan Tegalwaru. "Kita berharap lewat kegiatan ini bisa memberikan informasi secara detail perihal bahaya hama bagi padi," katanya.
Berbagai peragaan dan demonstrasi pun disuguhkan agar mudah dicerna oleh  petani. Beberapa hal serius yang digaris bawahi saat in karena masuki musim tanam padi yaitu memahami jenis varietas padi dan pengamatn berkala. "Saya berharap dengan adanya sosialisasi tersebut bisa membawa dampak positif bagi para petani secara menyeluruh. Beberapa hal tehnis yang perlu dipahami petani seperti, penggunaan varietas tahan hama, pergiliran varietas padi, pengaturan jarak, serta pengamatan hasil tanam padi secara berkala agar progresifnya mudah dipahami," harapnya.
Sementara, petugas Organisme Pengganggu Tanaman (POPT), Ruse.Amd membenarkan kegiatan yang terus dijadikan agenda kerja Distanhutbunnak bukan saja di wilayah desa Kutamaneuh akan tetapi semua desa yang ada di wilayah Kecamatan Tegalwaru. Sosialisasi itupun diharapkan tersampaikan ke semua petani hingga memiliki hasil produksi padi yang sangat baik. "Ini merupakan agenda kerja. Pelaksanaanya pun langsung melibatkan lahan areal pertanian milik warga. Jadi mereka akan tahu manfaatnya. Sementara yang menjadi tugas utama nya adalah bahwa sosialisasi utu bisa tersampaikan ke semua para petani," jelasnya.
di tempat berbeda, Cakrim (30), petani setempat menuturkan program itu cukup bermanfaat bagi diri serta rekan-rekan seprofesinya. Hal itu memag cukup perlu dipahami secara serius, karena dengan barometer pencegahan hama maka kualitas dan kuantitas padi akan terasa oleh petani itu sendiri. "Mungkin jika disimak akan terasa pentingnya mencegah dari pada kita mengobati. Padi itu bagi kami merupakan unsur penting kelangsungan hidup. Maka dengan adanya informasi yang sekarang oleh dinas di sampaikan akan saya coba kerjakan agar padi saya lebih baik dan terhindar dari bahaya hama padi," pungkasnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template