100 Perusahaan Mendukung Program Magang - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 100 Perusahaan Mendukung Program Magang

100 Perusahaan Mendukung Program Magang

Written By Mang Raka on Kamis, 01 September 2016 | 14.00.00

*Perusahaan Siapkan Formatur 30 Persen

KARAWANG,RAKA - Banyak jalan menuju Roma. Pepatahnya seperti itu. Untuk menekan tingginya angka pengangguran tidak harus bersandar kepada hukum baku, tetapi juga bisa dilakukan melalui program magang kerja di perusahaan.

Memang program ini yang tengah digalakkan Pemerintah Karawang setelah produk hukum versi Perda dan Perbup tenaga kerjanya dihapus oleh pemerintah pusat dengan alasan diskriminatif. Padahal sebelumnya melalui kedua produk hukumnya besar harapan bisa mengurangi angka pengangguran di Karawang.
Terkait itu, saat ini program pemerintah melalui Permenaker No.22/MEN/IX/2009 kembali hangat di kalangan industri, termasuk juga di Kabupaten Karawang. Apabila di lihat dari tahun lahirnya, Permenaker ini bukanlah merupakan 'barangbaru'. Namun demikian, saat ini pemerintah melalui Dinas Tenaga Kerja sedang giat melakukan Sosialisasi Program Pemagangan di berbagai kawasan industri yang berada di Kabupaten Karawang.
Praktisi Hukum dan Mahasiswa Pasca sarjana Unsika Karawang, R. Dian Abadi, terkait itu mengatakan antusiasmenya. Pemerintah menggalakkan program magang tentunya mempunyai latar belakang yang mendasar. Setidaknya kalau dicermati, program magang dilaksanakan untuk memberikan kesempatan bagi pencari kerja untuk mendapatkan pengetahuan dan pengalaman kerja yang pada akhirnya yang bersangkutan memiliki kecakapan/kompetesi terhadap suatu bidang pekerjaan.
"Bersesuaian dengan hal tersebut diatas, Pasal 1 Permenaker No. 22/MEN/IX/2009 menyebutkan bahwa Pemagangan adalah bagian dari sistem pelatihan kerja yang diselenggarakan secara terpadu. Yakni antara pelatihan di lembaga pelatihan dengan bekerja secara langsung dibawah bimbingan dan pengawasan instruktur atau pekerja yang lebih berpengalaman dalam proses produksi barang dan/atau jasa di perusahaan, dalam rangka menguasai keterampilan atau keahlian tertentu," ungkapnya.
Dikatakan Dian, berdasarkan informasi dari Dinas Tenaga Kerja Karawang, September 2016 ini akan dilaksanakan Deklarasi Program Pemagangan. Pemerintah nampaknya meminta keseriusan untuk menyukseskan program ini. Dapat dimengerti apabila program ini harus berhasil. Karena saat ini jumlah penganggur mencapai angka yang cukup tinggi.
Berdasarkan data yang ada pada Dinas Tenaga Kerja Karawang, pada tahun 2015 angkatan kerja berjumlah 987.688. "Selain itu, setiap tahun sekolah SMTA/sederajat menghasilkan lulusan sebanyak 18.000 s.d. 20.000. Dari angka tersebut, hanya 20 persen yang melanjutkan kuliah dan sisanya mencari kerja. Angka angkatan kerja sebanyak itu tentu sulit untuk dapat diterima di industry.Penawaran tenaga kerjal ebih banyak dari permintaannya," ujarnya.
Ditambahkan Dian, pemerintah harus jeli melihat persoalan diatas. Mau dikemanakan pengangguran sebanyak itu. Disisi lain apakah angkatan kerja tersebut sudah siap untuk bekerja dan memiliki kompetensi yang dibutuhkan. Hal-hal seperti itu yang memperkuat pentingnya program magang untuk dilaksanakan.
Namun demikian, disisi lain, Dian mengatakan ingin mengkritisi program sekolah yang saat ini ada, bahwa bagaimana dengan program pendidikan formal yang dilakukan saat ini, terlebih bagi sekolah kejuruan yang menghasilkan tenaga siap pakai. Apabila sekolah formal seperti SMK sudah menyiapkan anak didik yang siap pakai maka program magang ini sudah tidak begitu diperlukan. Perlu dipikirkan kembali apakah masa PKL yang diberlakukan di SMK perlu diperpanjang (dari 3 bulan menjadi 6 sampai 12 bulan, seperti program magang, red) untuk mematangkan kemampuan dan memberikan kompetensi kepada siswa/siswi SMK.
Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Karawang, H.A.Suroto mengakui kalau program magang ini disambut baik perusahaan yang ada di Karawang. "Ada sekitar 100 perusahaan yang sudah siap menyambut program magang ini. Mereka diantaranya berada di kawasan KIIC, KIM dan Indotaise," kata Suroto.
Nantinya, tambah Suroto, perusahaan akan menerima pekerja magang sebesar 30 persen dari jumlah pencari kerja yang diikutsertakan dari jumlah tenaga kerja yang ada diperusahaan tersebut. "Jadi untuk jumlah setiap perusahaan berbeda, sesuai kebutuhan perusahaan," pungkasnya. (dri)

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template