Wisata Pantai di Karawang Masih Memprihatinkan - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Wisata Pantai di Karawang Masih Memprihatinkan

Wisata Pantai di Karawang Masih Memprihatinkan

Written By Mang Raka on Senin, 08 Agustus 2016 | 16.49.00

CILEBAR,RAKA -Puluhan Kilometer pantai di utara Karawang terus mengalami kerusakan digerus abrasi. Kini kerusakan ini semakin meluas. Beragam upaya sudah dilakukan namun belum ada dampak signifikan untuk menyelamatkan lingkungan pantai serta biota laut disana. Padahal, kerusakan pantai itu memanjang dari Kecamatan Pedes, Cibuaya, Cilebar,Tempuran hingga Cilamaya. Tak hanya merugikan sejumlah obyek wisata, abrasi ini meluas hingga ke permukiman dan sarana jalan setempat. Jalan penghubung Pedes dan Cilebar saja sudah nyaris putus akibat diterjang gelombang ombak besar . Bahkan puluhan rumah diantaranya porak poranda dihantam air laut.
Rohi (35) warga Desa Pusakajaya Utara Kecamatan Cilebar mengatakan  belum lama ini. Dia meminta supaya pemerintah memperbaiki kerusakan pantai itu bukan dengan karung, mengingat kualitas karung tidak tahan lama. “Harusnya, perbaikan itu menggunakan turap permanen atau menggunakan pohon bakau dan rucukan bambu. Selama ini kerusakan pantai terkesan dibiarkan saja," ujarnya.
Dikatakannya, dia sering melihat banyak diantara pegawai Pemda Karawang yang hanya melakukan foto-foto, tapi tidak pernah ada realisasinya, bahkan kondisi pantai kian makin buruk dan mengancam habitat juga masyarakat setempat. “Ombak yang diperkuat hembusan angin timur di sekitar pantai utara Kabupaten Karawang acapkali mengakibatkan abrasi pantai yang sangat hebat. Tidak hanya berakibat hilang puluhan kilometer pantai tetapi juga menjadi penyebab banjir dipemukiman masyarakat,”kata dia.
Minimnya penahan gelombang air laut sering menginspirasi masyarakat membuat karung-karung beras berisi pasir yang digunakan sebagai dam atau penahan ombak. Para nelayanpun mengurungkan niatnya untuk melaut karena ombak yang begitu besar dikhawatirkan akan menghantam perahu akibatnya selain rusak bisa memakan korban untuk itu para nelayan hanya diam sambil memperbaiki jala dan perahu yang rusak.
Hal senada juga disampaikan, Darsono (38) warga Dusun Sukajadi RT 06/04 Desa Pusakajaya Utara Kecamatan Cilebar yang juga berprofesi sebagai nelayan. Ia prihatin dengan keadaan ini. Sebab ia kesulitan untuk mencari nafkah karena pencarian ikan harus ditunda sembari menunggu air kembali tenang. Untuk mengisi kekosongan aktifitasnya ia gunakan untuk memperbaiki jaring yang rusak selain itu memperbaiki rumahnya yang terkena hempasan air laut. “Untuk makan sehari hari saya menjual barang berharga, daripada tidak bisa makan,” ujarnya dengan nada bingung.(fah)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template