Wirmo: Dana BOP Diberikan Langsung ke Sekolah - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Wirmo: Dana BOP Diberikan Langsung ke Sekolah

Wirmo: Dana BOP Diberikan Langsung ke Sekolah

Written By Mang Raka on Rabu, 24 Agustus 2016 | 19.50.00

KARAWANG, RAKA - Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Karawang kembali memeriksa empat saksi terkait dugaan korupsi dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Kementerian Agama (Kemenag) Karawang, untuk sekolah Diniyah Takmiliyah Awaliyah (DTA) tahun anggaran 2014-2015 sebesar Rp 9 miliar. Keempat saksi tersebut merupakan PNS di lingkungan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD), Selasa (23/8) kemarin.
Kasi Pidsus Kejari Karawang, Titin Herawati Utara mengatakan, pemeriksaan keempat PNS dari DPPKAD itu untuk mengetahui proses pencairan anggaran yang bersumber dari APBD Karawang. "Hari ini (kemarin) kami meminta keterangan dari pejabat di DPPKAD, mulai dari kepala, sekretaris dan bendahara dinas termasuk kasi bantuan," kata Titin.
Sementara itu, Kemenag Karawang membantah jika melakukan pemotongan anggaran BOP. Pasalnya, anggaran itu langsung diberikan dari kas daerah ke rekening masing-masing sekolah. Kepala Seksi (Kasi) Pontren Kemenag Karawang, Wirmo mengatakan, jika anggaran BOP dari Pemkab Karawang itu langsung diberikan kepada rekening DTA, sesuai dengan Perda nomor 7 tahun 2011 tentang Wajardikdas dan Perbup nomor 9 tahun 2013 tentang Wajib Belajar Diniyah. "Jadi bagaimana kami melakukan pemotongan? Sebab anggarannya langsung ke rekening sekolah," katanya.
Dikatakan Wirno, kendala untuk pencairan anggaran BOP itu adalah pembuatan proposal, karena Sumber Daya Manusia (SDM) kepala sekolah DTA itu kurang mumpuni untuk membuat proposal. Sehingga untuk membuat proposal para kepala sekolah kebanyakan menyewa orang untuk membuat proposal di tempat rental. Selain itu, kepala sekolah juga harus membeli materai sebanyak 5 buah untuk pencairan anggaran itu. "Anggaran bukan dipotong untuk pribadi, tapi untuk pembuatan proposal dan pembelian materai oleh kepala sekolah," katanya.
Dijelaskan, anggaran yang dicairkan itu sebesar Rp 4,5 miliar untuk 824 DTA di Karawang, dengan jumlah murid mencapai 70 ribu siswa. Rata-rata setiap sekolah itu hanya mencapai Rp 2 sampai Rp 4 juta dari anggaran BOP itu. "Bahkan ada 32 DTA yang tidak mendapat BOP, karena ada kesalahan dalam pembuatan proposal," katanya.
Ia menambahkan, pemkab yang meminta proposal untuk pencairan BOP, dan tidak ada pelatihan dari pemkab dalam pembuatan proposal. Jadi wajar banyak kepala sekolah yang kebingungan saat pembuatan proposal. "Banyak kepala sekolah yang ketakutan ketika ada pemeriksaan ini, bahkan ada kekhawatiran kedepan anggaran BOP itu tidak akan dicairkan lagi, ketika ada kejadian pemeriksaan dari kejaksaan," tuturnya.
Dikatakan juga, sebenarnya guru DTA itu kasihan, sebab gaji yang diterima hanya Rp 100 per bulan, dengan jumlah guru mencapai 900 orang lebih. "Kami kemarin hanya dimintai konfirmasi terkait tupoksi saja oleh kejaksaan," pungkasnya. (dri/ops)


Dana Bantuan Operasional Pendidikan
Tahun 2014
Rp 2,5 miliar
Penerima Bantuan
824 Diniyah Takmiliyah Awaliyah
Rincian
Rata-rata setiap DTA menerima Rp 2 juta sampai RP 4 juta
Total Siswa
70 ribu orang
Sekolah yang Gagal Terima Bantuan
32 DTA

) sumber Kemenag Karawang

Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template