Wilayah Abrasi Mau Dibuat Wisata Air - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Wilayah Abrasi Mau Dibuat Wisata Air

Wilayah Abrasi Mau Dibuat Wisata Air

Written By Mang Raka on Kamis, 11 Agustus 2016 | 13.00.00

CIBUAYA, RAKA - Ratusan hektare daratan di Desa Cemarajaya, wilayah pesisir pantai utara Kabupaten Karawang hilang, akibat tergerus abrasi.
Kepala Desa Cemarajaya Kecamatan Cibuaya Yong Lim mengatakan sejak tahun 1980-1990 hingga sekarang, daratan yang sudah hilang akibat tergerus abrasi sudah sepanjang sekitar 1 kilometer. "Sudah ada ratusan hektare yang tergerus abrasi sejak tahun 1990an hingga sekarang," kata Yong Lim.
Dikatakannya, warga setempat sudah beberapa kali pindah rumah akibat peristiwa abrasi tersebut. Bahkan setiap tahun, banjir rob terjadi di daerah pesisir pantai utara Karawang. Yong Lim mengatakan, abrasi parah sudah terjadi di daerahnya sejak puluhan tahun lalu.
Ratusan unit rumah juga mengalami kerusakan akibat peristiwa tersebut. Menurut dia, kondisi itu terjadi bukan karena tidak ada penanganan dari pemerintah. Sebelumnya, beberapa kali sudah dilakukan kegiatan penanganan abrasi berupa pemasangan turap, tapi itu tidak bertahan lama."Sebelumnya, penanganan abrasi hanya dilakukan sebagian, bukan dilakukan secara menyeluruh. Jadi banjir rob dan abrasi tetap terjadi hingga sekarang," kata dia.
Dirinya mengakui, peristiwa abrasi terparah terjadi selama lima sampai enam tahun terakhir. Warga Desa Cemarajaya, Dasum, menyatakan, abrasi sudah terjadi sejak puluhan tahun lalu. Tetapi belum pernah ada penanganan serius dari pemerintah daerah Karawang. Di daerahnya abrasi telah merusak puluhan rumah warga, menggerus areal tambak, memutus jalan raya dan sarana publik lainnya.
Sementara itu Bupati Karawang menyampaikan kepada masyarakat yang terkena dampak tersebut bahwa pemerintah Kabupaten Karawang menganggarkan sekitar Rp. 6,8 milyar untuk membuat pemecah ombak sepanjang 500 meter. "Mudah-mudahan ini bisa sedikit untuk mengatisipasi bencana yang lebih besar lagi," ujar Cellica
Guna menangani abrasi ini, setidaknya butuh anggaran Rp 100 miliar, tentu itu semua tidak bisa dijalankan sekaligus. Karena Pemerintah Daerah Karawang masih banyak pembangunan di sektor lain seperti infrastruktur jalan.
Selanjutnya mengenai relokasi rumah warga yang rusak Cellica berencana akan menganggarkan untuk hal tersebut, agar masyarakat bisa mendapatkan rumah layak huni. "Sekitar 150 Kepala Keluarga yang terkena dampak dari abrasi ini," ulasnya.
Terakhir Bupati Karawang juga mengharapkan pasca dibenahinya kawasan ini, kedepannya ingin dijadikan kawasan wisata air agar menarik minat wisatawan dan menambah penghasilan bagi masyarakat sekitar. "Tetapi untuk kali ini diprioritaskan untuk penanganan abrasi lebih awal, dan akan bekerjasama baik dengan pemerintah provinsi ataupun pusat," tandasnya. (fah)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template