Warga Kembali Keluhkan Asap Kapur - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Kembali Keluhkan Asap Kapur

Warga Kembali Keluhkan Asap Kapur

Written By ayah satria on Jumat, 26 Agustus 2016 | 16.58.00


PANGKALAN,RAKA - Hampir setiap hari pengendara keluhkan asap tebal yang dihasilkan dari beberapa pabrik kapur di wilayah Desa Tamansari hingga membatasi jarak pandang serta berharap bisa membuat suatu inovasi agar asap tidak mejadi masalah, Kamis (25/8).
Memang dari pantauan RAKA asap tebal yang dihasilkan dari beberapa pabrik pengolahan batu kapur cukup mengganggu, selain menghasilkan asap tebal juga jarak pandang pengendara cukup terbatas jika asap tengah turun tutupi jalan utama Badami - Loji hingga peluang terjadi kecelakaan pun mudah terjadi. Selain itu pula bahan material untuk produksi bahan bakar batu kapur pun menjadi salah satu penyebab kualitas asap hingga asap cukup tebal juga perih bagi mata serta membuat sesak nafas bagi yang menghirupnya dari itulah para pelaku usaha pabrik batu kapur di tuntut agar inovasi dengan membuat cara agar asap bisa di buang tanpa harus mengganggu aktivitas warga terutama para pengendara.
Eman sulaeman (40) warga Kabupaten Bogor yang juga sebagai pengendara motor menerangkan, asap batu kapur memang cukup membuat khawatir dirinya ketika tengah mengendarai kendaraan,Jarak pandang pun terbatas dan dirinya nyaris mengalami kecelakaan. "Selepas jalan cor ada jalan yang belum semua diberi rabat beton dan jalan pun tebal dan hanya di pisah oleh tumpukan tanah dan karena turun asap dari pabrik hampir saja kebablasan dan beruntungnya masih bisa menguasai laju motor hingga terlepas dari kecelakaan. Kalau tidak sigap mungkin bisa terjerembab ke depan, selain itu juga asap tebal cukup membuat mata menjadi perih," ungkapnya.
Di lain tempat Karyadi (37), warga Kampung Bunder, Desa Tamansari menyampaikan, inovasi agar asap bisa di buang dan tidak mengganggu aktivitas para pengendara bisa di lakukan dengan cara membuat cerobong asap dengan tinggi hingga hal itu cukup membuat asap terbuang dengan aman. "Jika masing-masing pabrik buat cerobong asap mungkin saja asap tidak menebar di bawah dan ganggu para pengedara ketika mengemudi kendaraan baik kendaraan roda dua dan roda empat. Cuma yang banyak mengeluh memang yang membawa motor. Nah cara itu menurut saya cukup efektif tinggal para pelaku usahanya saja membuat terobosan itu," akunya.
Lain lagi dengan Atang (30), warga Kampung Naringgul, Desa Kutamaneuh menyampaikan, keluhan para pengendara cukup banyak tapi hingga kini belum ada tindakan serius dari pemerintah agar tertib dalam menyikapi perihal asap yang mengganggu para pengendara. Bahkan dirinya berharap Pemerintah pun harus bisa memfasilitasi agar pelaku usaha pabrik pengolahan batu bisa sinergis dengan pemerintah demi tercipta nya aktivitas warga yang aman. "Jika dipasang cerobong mungkin akan lebih baik hingga asap tidak lagi malah halangi pengendara jalan,Nah sekarng upaya pemerintah lah yang mengawal agar itu tercipta jadi tidak timbul pernasalahan bagi pengguna jalan. Selain itu kesehatan pun bagi warga akan jauh lebih aman dan sehat," ucapnya. (yfn)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template