Warga Karawang Terbanyak Amnesti Pajak di Jabar - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » Warga Karawang Terbanyak Amnesti Pajak di Jabar

Warga Karawang Terbanyak Amnesti Pajak di Jabar

Written By Mang Raka on Senin, 08 Agustus 2016 | 16.46.00

KARAWANG, RAKA - Amnesti pajak yang belum genap sebulan digulirkan, ternyata mendapat sambutan luar biasa dari wajib pajak di Kabupaten Karawang.
Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Karawang Utara, M Agus Budisantoso mengatakan, jumlah wajib pajak di Karawang yang berminat mengikuti amnesti pajak, ternyata paling banyak di wilayah Jawa Barat II dan ketiga di Indonesia. "Ini tren yang bagus dan positif. Meski tinggi wajib pajak yang masuk dalam amnesti pajak, tapi kesadaran untuk ikut program ini terbilang tinggi," bebernya kepada Radar Karawang, di sela sosialisasi amnesti pajak di area car free day Jalan A. Yani, Minggu (7/8) kemarin.
Meski begitu, Agus enggan membeberkan jumlah pasti para wajib pajak yang ikut dalam program pengampunan pajak. Hal itu menurutnya sesuai dengan Undang Undang Perlindungan Wajib Pajak. "Sebagai gambaran (yang ikut amnesti pajak), ada wajib pajak yang memiliki usaha berskala kecil hingga besar," tuturnya.
Ia melanjutkan, meski peminat amnesti pajak sangat banyak, KPP Pratama Karawang Utara tetap mengadakan kegiatan aksi simpatik program amnesti pajak di Karawang. Agus berharap semua wajib pajak yang masuk dalam amnesti pajak, mau memanfaatkan program ini. "Tujuan dari kegiatan ini selain untuk lebih mendekatkan antara Direktorat Jenderal Pajak dengan masyarakat wajib pajak, juga untuk mensosialisasikan dan memberikan informasi perpajakan terutama seputar amnesti pajak," terangnya.
Ia memaparkan, amnesti pajak adalah program pengampunan yang diberikan oleh pemerintah kepada wajib pajak, meliputi penghapusan pajak terutang, penghapusan sanksi administrasi perpajakan, serta penghapusan sanksi pidana di bidang perpajakan atas harta yang diperoleh pada tahun 2015, dan sebelumnya yang belum dilaporkan dalam SPT, dengan cara melunasi seluruh tunggakan pajak yang dimiliki dan membayar uang tebusan. Sedangkan yang dapat memanfaatkan kebijakan amnesti pajak adalah wajib pajak orang pribadi, wajib pajak badan, wajib pajak yang bergerak di bidang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), orang pribadi atau badan yang belum menjadi wajib pajak. Amnesti pajak berlaku sejak disahkan hingga 31 Maret 2017 dan terbagi kedalam 3 (tiga) periode, yaitu periode I dari tanggal diundangkan sampai 30 September 2016, periode II dari 1 Oktober 2016 sampai 31 Desember 2016, dan periode III dari 1 Januari 2017 sampai 31 Maret 2017. "Tarif uang tebusan atas repatriasi atau deklarasi harta dalam negeri periode I sebesar 2%, periode II sebesar 3% dan periode III sebesar 5%. Sedangkan untuk deklarasi harta luar negeri periode I sebesar 4%, periode II sebesar 6% dan periode III sebesar 10%. Khusus untuk wajib pajak UMKM deklarasi harta sampai dengan Rp 10 miliar tarifnya 0,5%. Dan deklarasi harta lebih dari Rp 10 miliar tarifnya 2%. "Jika masih ada yang tidak memanfaatkan program ini, wajib pajak yang bersangkutan akan disanksi hingga 200 persen, termasuk berurusan dengan hukum," jelas Agus.
Sebelumnya, tunggakan wajib pajak di Kabupaten Karawang ternyata cukup besar. Untuk satu kantor layanan pajak seperti KPP Pratama Karawang Utara ada sekitar Rp 58,99 miliar, yang belum dibayar oleh penunggak pajak.
Meski tidak menyebutkan secara rinci berapa jumlah wajib pajak yang menunggak, namun Bagian Penagihan Pajak Karawang Utara Selestinus Raga mengatakan, sebagian besar wajib pajak yang belum membayar kewajibannya memiliki usaha berskala besar. Sedangkan sisanya merupakan golongan kecil. "Wajib pajak berskala besar yang memiliki tunggakan mencapai Rp 53,94 miliar. Sisanya piutang golongan kecil," tutur Selestinus kepada Radar Karawang.
Menurutnya, data penunggak pajak terus diperbarui tiga bulan sekali. Alasan itulah yang membuatnya tidak bisa merinci lebih detil berapa angka penunggak pajak dari tahun ke tahun. Yang jelas, kata Selestinus, pihaknya terus berupaya menekan jumlah tunggakan pajak. "Kita terus lakukan upaya pelunasan wajib pajak. Namun memang wajib pajak yang menunggak masih tinggi," katanya.(dri)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template