'Veteran' PNPM Minta Perlindungan Hukum - Harian Umum Radar Karawang
Berita Terbaru:
Home » » 'Veteran' PNPM Minta Perlindungan Hukum

'Veteran' PNPM Minta Perlindungan Hukum

Written By ayah satria on Jumat, 26 Agustus 2016 | 16.50.00


CILAMAYA KULON, RAKA - Peralihan Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM ke DAPM diminta Forum Badan Koordinasi Antar Desa (BKAD) agar bisa mendapatkan perhatian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang. Melindungi aset puluhan miliar dari hasil perguliran, UPK DAPM sudah saatnya diberik perlindungan dasar hukum sebagai lembaga keuangan alternatif tingkat kecamatan.
Dikatakan Ketua Forum BKAD, H Warman, paska berakhir dari PNPM, dasar hukum regulasi DAPM tak jelas lagi induknya. Apalagi kegamangan itu menjadi-jadi saat operasional harus ikuti UU Otoritas Jasa Keuangan Nomor 1 tahun 2011, yaitu pilihan antara Koperasi atau lembaga Swasta. BPMPD sebut Warman, bukanlah induk utama, melainkan  hanya sebatas program semata. Tapi tidak ideal kalau Perbup dan Perda yang mengatur UPK ini belum kukuh. Apalagi diberbagai kabupaten ada pula UPK yang sudah menjadi koperasi karena imbas OJK tersebut. "Sekarang kemana nginduknya? Pemkab harus membuat ajeg dulu lembaga ini melalui regulasi, mengingat imbasnya dari UU OJK," pinta dia.
Lebih jauh mantan dewan Partai Golkar ini menambahkan, aset UPK adalah aset pemerintah, maka sepatutnya, dana masyarakat yang masih bergulir dan selalu memghasilkan surplus untuk Dana Sosial (Dansos) ini diamankan pemkab. Sebab UPK DAPM adalah lembaga yang pro pada program-program masyarakat melalui simpan pinjam bahkan bisa dikatakan sebagai lembaga keuangan alternatif di masyarakat. Maka sokongan dan keterlibatan semua pihak diperlukan. Namun, "Aset UPK harus diamankan Pemkab melalui regulasi, baik Perbup maupun Perda," pinta dia lagi.
Sementara itu Kepala BPMPD Karawang, Akhmad Hidayat saat disinggung perlindungan UPK dalam regulasi Pemkab mengatakan, yang selama ini sudah tercantum, diharapkan untuk diikuti saja dulu dan berjalan seperti biasanya, sembari mereka memikirkan kedepannya. "Ya yang ada saja dulu, berjalan biasa saja," kata Akhmad Hidayat. (rud)
Berbagi Artikel :

0 komentar:

SILAHKAN KOMENTARI MENGGUNAKAN BAHASA YANG SANTUN

 
Support by : S. Cahyono Admin MaNg RaKa
Copyright © 2016. Harian Umum Radar Karawang - All Rights Reserved
Template by CreatingW Published by M-Template